Poin Penting
Jakarta – Platform pinjaman daring (pindar) Kredit Pintar menekankan pentingnya pemahaman pengelolaan keuangan bagi semua kalangan, termasuk kaum disabilitas. Maka itu, Kredit Pintar menginisiasi Kelas Pintar Bersama bertajuk “Finansial Inklusif untuk Semua”.
Di kegiatan kali ini, Kredit Pintar menggandeng Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai mitra strategis dalam mendorong pemahaman keuangan bagi semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Kredit Pintar memahami, mengelola keuangan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari memenuhi kebutuhan, merencanakan keuangan, hingga mengantisipasi situasi tak terduga. Berbekali literasi keuangan yang baik, masyarakat bisa menghindari, atau paling tidak meminimalisir risiko finansial dan mengambil keputusan keuangan dengan lebih cermat.
Baca juga: OJK Luncurkan Buku Khutbah Syariah Muamalah Perkuat Literasi PPDP
Bagi semua orang, termasuk teman-teman difabel, literasi keuangan adalah langkah awal menuju kemandirian. Belajar keuangan merupakan hak setiap orang dan perlu dilakukan dalam suasana yang aman dan inklusif, agar kita dapat melangkah menuju kehidupan yang lebih tenang, mandiri, dan sejahtera.
“Setiap orang berhak paham keuangan, termasuk teman-teman difabel. Untuk itu, mari kita belajar bersama dalam suasana yang aman dan inklusif tanpa takut salah. Mari memahami keuangan dengan cara yang mudah dan jujur bersama Kredit Pintar,” jelas Puji Sukaryadi, Head of Brand & Communications Kredit Pintar dalam keterangan resmi, 30 Januari 2026.
Kegiatan ini digelar 29 Januari 2026 di Bekasi, dan dihadiri oleh H. Norman Yulian, sebagai Ketua Umum PPDI dan anggota PPDI sebagai peserta. PPDI adalah organisasi payung bagi organisasi sosial penyandang disabilitas, organisasi sosial disabilitas, serta organisasi kemasyarakatan penyandang disabilitas di Indonesia.
Para peserta mendapatkan materi seputar cara mengelola uang, kesiapan finansial sebelum mengambil pinjaman, mengenal layanan pinjaman melalui aplikasi digital yang resmi dan memiliki regulasi yang jelas untuk keamanan pengguna, risiko jika tidak bijak dalam meminjam, hingga bagaimana agar tetap waspada terhadap modus-modus penipuan.
“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memahami, mengakses, dan memanfaatkan layanan keuangan secara aman. Pemahaman keuangan yang baik akan membantu kami mengambil keputusan yang lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Norman mewakili PPDI.
PPDI menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kredit Pintar yang menghadirkan ruang belajar yang inklusif, ramah, dan tanpa stigma.
“Kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam upaya mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia,” pungkas Norman.
Baca juga: Infobank Digital Bareng Tugu Insurance Gelar Literasi Keuangan di FEB Unpad
Kelas Pintar Bersama adalah bagian dari upaya berkelanjutan Kredit Pintar, dalam mendukung terciptanya inklusi keuangan yang bertanggung jawab. Kredit Pintar meyakini bahwa literasi keuangan yang aman dan inklusif adalah kunci dalam membangun kesejahteraan bersama.
Terhitung sejak 2022, Kelas Pintar Bersama sudah menjangkau lebih dari 3.200 anggota masyarakat di 43 kota di pulau Jawa, Sumatra, Sulewasi, Nusa Tenggara, Bali, dan Kalimantan.
Dari sisi pembiayaan, sepanjang 2025, Kredit Pintar membukukan penyaluran pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun. Adapun jika dihitung secara akumulasi sejak berdiri pada 2017, platform ini sudah menggelontorkan pinjaman lebih dari Rp60,5 triliun. (*) Ari Astriawan
Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group TAHUN 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat tipis 0,03 persen ke level 7.391,65 pada awal perdagangan (12/3),… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksi melemah menguji level 7.300–7.350 setelah ditutup turun 0,69 persen ke 7.389,40… Read More
Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More