Perbankan

Kredit Perbankan Tumbuh 9,4%, Ini Faktor Pendorongnya

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat kredit yang disalurkan oleh perbankan tumbuh lebih tinggi. Penyaluran kredit pada Mei 2023 tercatat sebesar Rp6.561,2 triliun, atau tumbuh 9,4% yoy, setelah bulan sebelumnya tumbuh 8,1% yoy.

“Perkembangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit kepada debitur perorangan sebesar 9,7% yoy dan debitur korporasi sebesar 9,0%,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dikutip Senin 26 Juni 2023.

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan penyaluran kredit pada Mei 2023 disebabkan oleh perkembangan Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, maupun Kredit Konsumsi.

Secara rinci, Kredit Modal Kerja (KMK) tumbuh 8,0% yoy pada Mei 2023, setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 7,1% yoy. Perkembangan KMK bersumber dari sektor Keuangan, Real Estate, dan Jasa Perusahaan yang tumbuh 28,1% yoy pada bulan laporan, setelah tumbuh 25,8% yoy pada April 2023, terutama pada sub sektor Perantara Keuangan Lainnya (Non Bank) selain leasing di DKI Jakarta.

“Selain itu, KMK sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 8,7% yoy pada Mei 2023, setelah bulan sebelumnya tumbuh 7,2% yoy, terutama pada sub sektor Perkebunan Kelapa Sawit di Lampung dan Riau,” jelas Erwin.

Kredit Investasi (KI) pada Mei 2023 tumbuh 11,6% yoy, setelah tumbuh 9,1% yoy pada bulan sebelumnya, terutama bersumber dari sektor Industri Pengolahan serta sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan. KI sektor Industri Pengolahan pada Mei 2023 tumbuh 16,4% yoy, setelah tumbuh 13,6% yoy pada April 2023, seiring perkembangan kredit pada sub sektor Industri Minyak Goreng dari Kelapa Sawit Mentah di Kalimantan Timur dan Jawa Timur.

“KI sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 6,4% yoy, setelah bulan sebelumnya tumbuh 5,3% yoy, terutama pada kredit sub sektor Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” katanya.

Sementara itu, Kredit Konsumsi (KK) tumbuh 9,7% yoy pada Mei 2023, setelah tumbuh 8,8% yoy pada bulan sebelumnya, terutama didorong oleh perkembangan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan Kredit Multiguna.

Penyaluran kredit sektor Properti tumbuh 7,9% yoy pada bulan laporan, setelah bulan sebelumnya tumbuh 8,6% yoy, terutama disebakan oleh perkembangan kredit konstruksi yang tumbuh 4,3 % yoy pada periode laporan, setelah bulan sebelumnya tumbuh 7,8% yoy, khususnya pada Konstruksi Perumahan Sederhana di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Di sisi lain, Kredit Real Estate tumbuh 16,8% yoy terutama berasal dari kredit Real Estate, setelah bulan sebelumnya tumbuh 16,3% yoy, terutama pada kredit Real Estate Gedung Perkantoran.

“Sementara itu, Kredit KPR/KPA tumbuh sebesar 7,7% yoy pada Mei 2023, setelah bulan sebelumnya tumbuh 6,8% yoy, disebabkan oleh pertumbuhan kredit KPR Tipe Diatas 70,” pungkasnya.

Penyaluran kredit kepada UMKM pada Mei 2023 tumbuh 7,5% yoy, setelah tumbuh 6,6% yoy pada bulan sebelumnya. Kredit UMKM skala mikro tumbuh 40,6% yoy pada bulan laporan, setelah tumbuh 38,4% yoy pada April 2023.

“Kredit UMKM skala kecil terkontraksi 7,9% yoy pada Mei 2023, setelah bulan sebelumnya terkontraksi 8,1% yoy. Kredit UMKM skala menengah terkontraksi 12,7% yoy, setelah terkontraksi 12,8%,” jelasnya.

Di sisi lain, Penghimpunan DPK pada Mei 2023 tercatat Rp7.765,7 triliun, atau tumbuh 6,9% yoy, setelah bulan sebelumnya tumbuh 7,0% yoy. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK Korporasi sebesar 11,3% yoy dan Perorangan 3,5% yoy. Pada Mei 2023, giro tercatat tumbuh 10,0% yoy, setelah bulan sebelumnya tumbuh 14,8% yoy. Di sisi lain, tabungan tumbuh sebesar 2,9% yoy, setelah tumbuh 2,6% yoy pada April 2023.

“Untuk simpanan berjangka tumbuh 8,2% yoy, setelah tumbuh sebesar 5,5% yoy pada bulan sebelumnya,” imbuhnya.

Selain itu, pada Mei 2023, suku bunga simpanan tercatat meningkat, sedangkan suku bunga kredit tercatat stabil. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit tercatat 9,37%, stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

Selanjutnya, suku bunga simpanan berjangka tercatat meningkat pada hampir seluruh tenor, yakni 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan, masing-masing sebesar 4,20%, 4,51%, 4,71%, dan 5,02% pada Mei 2023, setelah pada April 2023 tercatat masing-masing sebesar 4,14%, 4,44%, 4,66% dan 4,97%. Sementara itu suku bunga tenor 24 bulan tercatat stabil sebesar 5,33% pada bulan laporan. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

3 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

9 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

9 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

10 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

12 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

14 hours ago