Kredit Citibank Tumbuh 19% di Semester I-2018
Jakarta – Citibank N.A, Indonesia telah menyalurkan kredit sebesar Rp47,5 triliun disepanjang Semester I 2018. Angka tersebut mengalami pertumbuhan mencapai 19 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya diperiode yang sama yakni Rp39,74 triliun.
“Portofolio kredit Citibank N.A., Indonesia meningkat 19 persen year-on-year menjadi Rp47,5 triIiun ini didorong oleh pertumbuhan pada lini bisnis Institutional Banking,” ujar Chief Executive Oficer Citibank N.A., Indonesia Batara Sianturi di Jakarta, Senin, 13 Agustus 2018.
Menurutnya, pertumbuhan kredit ini ditunjang oleh momentum pertumbuhan yang kuat di Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 15 persen yang memungkinkan Bank untuk mempertahankan rasio Iending-to-funding (RIM) yang solid yaitu sebesar 77,7 persen, atau tidak terpaut jauh dari periode yang sama tahun lalu yakni 77,6 persen.
Baca juga: Bentuk Pencadangan, Laba Bersih Citibank Turun Rp515 Miliar
Selain mencatatkan pertumbuhan kredit dan DPK yang tinggi di Semester I 2018, kata dia, tingkat permodalan serta kualitas aset Citibank Indonesia juga tetap terjaga, yang tercermin dari rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang mencapai 24,05 persen.
”Citibank N.A., Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia sebagaimana ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit year-on-year yang mencapai double digit. Citibank Indonesia memiliki neraca yang kokoh dengan tingkat permodalan yang sangat memadai dan likuid,” ucapnya.
Sementara itu, dirinya optimistis, penyaluran kredit di tahun ini bisa lebih bergeliat ketimbang tahun lalu. Perseroan menargetkan penyaluran kreditnya di akhir tahun 2018 dipatok dapat tumbuh sebesar 8 persen atau lebih baik bila dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit di akhir 2017 yang sebesar 2 persen.
“RBB (Rencana Bisnis Bank) tidak ada revisi. Tahun ini kita targetkan pertumbuhan kredit dan DPK 8 persen,” tutupnya. (*)
Poin Penting 1,56 juta kendaraan meninggalkan Jabotabek selama H-7 hingga H+1 Natal 2025, naik 16,21… Read More
Poin Penting Sebanyak 36 dari 38 provinsi telah menetapkan UMP 2026, sesuai PP 49/2025 yang… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan formulasi UMP 2026 telah memasukkan indikator ekonomi seperti inflasi, indeks alfa,… Read More
Poin Penting Modal asing masuk Rp3,98 triliun pada 22–23 Desember 2025, dengan beli bersih di… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24, UBS, dan Antam kompak naik pada perdagangan Sabtu, 27 Desember… Read More
Poin Penting Menurut Asuransi Jasindo mobilitas tinggi memicu potensi kecelakaan dan kejahatan, sehingga perlindungan risiko… Read More