Jakarta — Fungsi intermediasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai lembaga keuangan penyalur kredit terus berjalan optimal, meskipun didera pandemi Covid-19, sejak Maret 2020. Hal tersebut ditandai oleh pertumbuhan kredit perseroan sebesar 5,3% secara year on year (yoy) pada akhir 2020 lalu yang salah satunya difokuskan pada sektor riil, sebagai pencipta lapangan kerja.
Corporate Secretary BNI, Mucharom mengatakan, dengan mayoritas portofolio kredit yang disalurkan BNI mengalir ke segmen corporate banking. Terdapat tiga sektor pada segmen corporate banking yang menjadi sasaran utama, yaitu sektor transportasi, pergudangan, komunikasi , yang tumbuh sebesar 63,4%; pada sektor infrastruktur meningkat 39,8%; serta pada sektor manufaktur tumbuh 6,4%.
“Selain itu, BNI telah menyalurkan kredit dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 28,29 triliun, di mana 44% atau hampir separuhnya disalurkan pada sektor perdagangan, restoran, dan hotel. Sektor-sektor tersebut merupakan sektor yang paling membutuhkan dukungan perbankan karena sangat terdampak oleh pandemi Covid-19,” ujarnya di Jakarta, Senin (1/2/2021).
Mucharom juga mengatakan, selain kredit, BNI sebagai penyedia jasa transaksional perbankan tumbuh pesat berkat digitalisasi yang semakin diandalkan nasabah di tengah pandemi Covid-19. Pengguna aktif product champion BNI yaitu BNI Mobile Banking tumbuh 59,6% secara yoy menjadi 7,8 juta pengguna pada 2020. Pertumbuhan tersebut diiringi pertumbuhan volume transaksi sebesar 47,6% secara yoy menjadi Rp 466 triliun.
“Kemudahan perbankan digital BNI menjadi salah satu daya tarik nasabah untuk menyimpan dananya di BNI. Hal tersebut akan berujung pada ratio dominan dana murah yang tetap terjaga di BNI dan Cost of Fund dapat ditekan. Ke depannya, BNI akan lebih banyak berinvestasi pada digitalisasi perbankan untuk mengakomodir kebutuhan nasabah yang semakin berkembang seiring kemajuan zaman,” ujar Mucharom.
Langkah-langkah dan transformasi tengah disiapkan BNI untuk memastikan perseroan tetap mampu tumbuh secara berkelanjutan. Manajemen telah menetapkan strategi untuk menjadikan BNI sebagai Lembaga Keuangan Yang Unggul dalam Layanan dan Kinerja secara Berkelanjutan. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More