Ilustrasi: Gedung perkantoran BNI. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan kinerja positif pada November 2025, terutama dari sisi penyaluran kredit. Selama 11 bulan tahun 2025, BNI berhasil menyalurkan kredit Rp822,59 triliun, tumbuh 11,23 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibanding tahun sebelumnya Rp739,54 triliun.
Laju pertumbuhan kredit bank yang dipimpin Putrama Wahju Setyawan sebagai direktur utama ini tumbuh di atas rata-rata industri yang sebesar 7,74 persen per November 2025, menurut Bank Indonesia.
Baca juga: Jadwal Operasional BCA, BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN Selama Libur Nataru 2025-2026
Tak hanya kredit, kinerja intermediasi BNI lainnya juga tercatat positif. Dinukil dari laporan keuangan perseroan 26 Desember 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI per November tumbuh impresif 21,40 persen yoy menjadi Rp951,58 triliun dari Rp783,78 triliun pada November 2024.
Dari jumlah DPK tersebut, posisi dana murah (CASA) BNI tercatat sebesar Rp653,71 triliun atau 68,69 persen dari total DPK. Dana murah ini naik 7,55 persen dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp604,36 triliun.
Kinerja intermediasi yang solid itu turut mendorong penguatan aset perseroan. Tercatat, aset BNI melesat 15,33 persen yoy menjadi Rp1.237,10 triliun.
Baca juga: BNI Siapkan Uang Tunai Rp19,51 Triliun Jelang Libur Natal dan Tahun Baru
Meski demikian, tekanan margin masih membayangi kinerja profitabilitas BNI. Pendapatan bunga bersih tercatat turun tipis 0,50 persen yoy menjadi Rp35,44 triliun.
Penurunan pendapatan bunga bersih turut memengaruhi capain laba BNI. Hingga November 2025, laba BNI (bank only) tercatat Rp18,62 triliun, atau terkoreksi 6,01 persen yoy dibanding November tahun lalu sebesar Rp19,81 triliun. (*)
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai penetapan UMP 2026 memiliki pro dan… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More