Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, (BTN) Nixon LP Napitupulu. (Foto Istimewa)
Poin Penting
Jakarta — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat kinerja solid di bisnis kredit perumahan sepanjang 2025. Hal ini terlihat dari penyaluran KPR Subsidi tumbuh 10 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp191,2 triliun, naik dari Rp173,8 triliun pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, KPR Non-Subsidi melonjak 6,7 persen yoy menjadi Rp113,0 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp106,0 triliun.
Baca juga: BTN Bukukan Laba Rp3,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 16,4 Persen
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, ekspansi kredit perumahan BTN salah satunya ditopang oleh keterlibatan perseroan dalam Kredit Program Perumahan (KPP), program baru pemerintah yang diluncurkan pada Oktober 2025.
Ia mengungkapkan BTN menjadi bank penyalur terbesar KPP dengan total pembiayaan mencapai Rp2,6 triliun hingga akhir 2025, atau hampir 50 persen dari total penyaluran KPP nasional.
“KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka,” jelas Nixon, dalam keterangannya, dikutip Selasa, 10 Februari 2026.
Nixon menambahkan, selain memperkuat bisnis inti, bank yang mendominasi subsidi KPR ini juga menuntaskan aksi korporasi strategis melalui pendirian Bank Syariah Nasional (BSN) yang kini menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia.
“BSN diharapkan dapat mengembangkan pangsa pasar serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan produk dan layanan perbankan syariah yang mumpuni,” ujarnya.
Baca juga: Moody’s Turunkan Outlook Perbankan, BTN Tegaskan Fundamental Tetap Kuat
Berdasarkan data perusahaan, hingga akhir 2025, BSN membukukan total aset Rp73 triliun, naik 20,5 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp61 triliun.
Pertumbuhan BSN, kata dia, disokong oleh pembiayaan yang tumbuh 25 persen yoy menjadi Rp55 triliun, juga Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 18,4 persen yoy menjadi Rp59 triliun per 31 Desember 2025.
Nixon menyampaikan, melalui strategi Beyond Mortgage, BTN menargetkan penguatan posisi sebagai consumer bank dengan solusi finansial terintegrasi, sekaligus menjalankan mandat pemerintah dalam mendukung pembangunan perumahan nasional melalui pembiayaan yang terjangkau bagi seluruh segmen masyarakat.
“Melalui aspirasi ini, BTN berharap dapat memberikan value creation bagi kesejahteraan rakyat dan perekonomian secara keseluruhan,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More