News Update

KPR BTN Tumbuh Double Digit, KPP dan BSN jadi Penopang Ekspansi 2025

Poin Penting

  • KPR BTN tumbuh double digit sepanjang 2025, dengan KPR Subsidi naik 10% yoy menjadi Rp191,2 triliun dan KPR Non-Subsidi tumbuh 6,7% yoy menjadi Rp113 triliun.
  • Kredit Program Perumahan (KPP) menjadi penopang baru, di mana BTN menjadi penyalur terbesar dengan pembiayaan Rp2,6 triliun atau hampir 50% dari total nasional.
  • Bank Syariah Nasional (BSN) memperkuat ekspansi BTN, mencatat aset Rp73 triliun, pembiayaan Rp55 triliun, dan DPK Rp59 triliun hingga akhir 2025.

Jakarta — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat kinerja solid di bisnis kredit perumahan sepanjang 2025. Hal ini terlihat dari penyaluran KPR Subsidi tumbuh 10 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp191,2 triliun, naik dari Rp173,8 triliun pada tahun sebelumnya. 

Sementara itu, KPR Non-Subsidi melonjak 6,7 persen yoy menjadi Rp113,0 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp106,0 triliun.

Baca juga: BTN Bukukan Laba Rp3,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 16,4 Persen

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, ekspansi kredit perumahan BTN salah satunya ditopang oleh keterlibatan perseroan dalam Kredit Program Perumahan (KPP), program baru pemerintah yang diluncurkan pada Oktober 2025.

Ia mengungkapkan BTN menjadi bank penyalur terbesar KPP dengan total pembiayaan mencapai Rp2,6 triliun hingga akhir 2025, atau hampir 50 persen dari total penyaluran KPP nasional.

“KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka,” jelas Nixon, dalam keterangannya, dikutip Selasa, 10 Februari 2026.

Perkuat Koorporasi Bisnis

Nixon menambahkan, selain memperkuat bisnis inti, bank yang mendominasi subsidi KPR ini juga menuntaskan aksi korporasi strategis melalui pendirian Bank Syariah Nasional (BSN) yang kini menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia. 

“BSN diharapkan dapat mengembangkan pangsa pasar serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan produk dan layanan perbankan syariah yang mumpuni,” ujarnya.

Baca juga: Moody’s Turunkan Outlook Perbankan, BTN Tegaskan Fundamental Tetap Kuat

Berdasarkan data perusahaan, hingga akhir 2025, BSN membukukan total aset Rp73 triliun, naik 20,5 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp61 triliun.

Pertumbuhan BSN, kata dia, disokong oleh pembiayaan yang tumbuh 25 persen yoy menjadi Rp55 triliun, juga Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 18,4 persen yoy menjadi Rp59 triliun per 31 Desember 2025.

Nixon menyampaikan, melalui strategi Beyond Mortgage, BTN menargetkan penguatan posisi sebagai consumer bank dengan solusi finansial terintegrasi, sekaligus menjalankan mandat pemerintah dalam mendukung pembangunan perumahan nasional melalui pembiayaan yang terjangkau bagi seluruh segmen masyarakat.

“Melalui aspirasi ini, BTN berharap dapat memberikan value creation bagi kesejahteraan rakyat dan perekonomian secara keseluruhan,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

IHSG Sesi I Ditutup Menguat 1,26 Persen ke Level 8.132, Transaksi Tembus Rp11,9 Triliun

Poin Penting IHSG sesi I ditutup menguat 1,26 persen ke level 8.132,75 pada perdagangan Selasa… Read More

20 mins ago

Bansos BPNT-PKH Februari 2026 Cair, Ini Besaran dan Cara Cek Penerima

Poin Penting BPNT dan PKH tahap I 2026 cair Februari untuk sekitar 18 juta KPM.… Read More

32 mins ago

UOB Indonesia dan Ruangguru Gelar Literasi Keuangan dan Coding

Program UOB My Digital Space merupakan bagian dari inisiatif regional yang bertujuan mengentas kesenjangan digital… Read More

2 hours ago

Reformasi Pasar Modal

Oleh Paul Sutaryono INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 8 persen berturut-turut pada Rabu,… Read More

2 hours ago

Setelah MSCI, Kini Giliran FTSE Russell Tunda Review Indeks Saham RI

Poin Penting FTSE Russell tunda review indeks Indonesia periode Maret 2026 di tengah proses reformasi… Read More

2 hours ago

Mandiri Sekuritas Selenggarakan Capital Market Forum 2026 untuk Investor Institusi Lokal dan Asing yang Berinvestasi di Indonesia

Poin Penting Mandiri Sekuritas menggelar Capital Market Forum 2026 bertema Accelerating Quality Growth untuk mempertemukan… Read More

3 hours ago