Ilustrasi: Pelayanan di kantor Bank BPD Bali. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mencatat pertumbuhan signifikan pada penyaluran Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada awal 2026. Hal ini menandai optimisme pasar properti dan UMKM di Pulau Dewata.
Berdasarkan data perseroan, KPP dari sisi supply tumbuh 71,94 persen, terealisasi Rp44,40 miliar dari target Rp62 miliar.
Sementara, KPP dari sisi demand baru mencapai 19,65 persen atau Rp33,80 miliar. Total realisasi KPP mencapai Rp78,41 miliar atau 33,51 persen dari target tahunan.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengungkapkan, perbedaan antara supply dan demand menunjukkan pengembang tengah menyiapkan stok hunian besar-besaran, seiring proyeksi peningkatan permintaan di pasar properti Bali sepanjang tahun.
Baca juga: Bank BPD Bali Imbau Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Nyepi dan Lebaran
“Ini dinamika yang sangat menarik. Para pengembang sedang melakukan pembangunan masif untuk menyambut proyeksi lonjakan permintaan di sepanjang tahun ini,” ujar Nyoman, dalam keterangannya, Kamis, 2 April 2026.
Selain properti, sektor UMKM juga menunjukkan tren positif. Penyaluran KUR mencapai Rp550,90 miliar, setara 30,6 persen dari target Rp1,8 triliun. Kontribusi terbesar datang dari KUR Kecil senilai Rp439,04 miliar (29,27 persen) dan KUR Mikro Rp111,68 miliar (37,23 persen), dengan kualitas kredit tetap terjaga di non performing loan (NPL) 0 persen.
Program lain seperti Kredit Usaha Alsintan (KUA) dan KUR SUMI juga mulai menyumbang portofolio bank, masing-masing Rp1,05 miliar dan Rp180 juta, menegaskan fokus BPD Bali dalam mendukung produktivitas sektor riil.
Baca juga: Bank BPD Bali Kucurkan Rp55,16 Miliar untuk Kredit Program Perumaham
Bank BPD Bali terus memperluas layanan digital melalui QRIS crossborder, Balipay, dan BI-Fast, seiring meningkatnya kebutuhan transaksi non-tunai di era ekonomi modern. Namun, pertumbuhan digital ini menuntut perhatian serius terhadap keamanan siber.
I Nyoman menekankan pentingnya literasi keamanan bagi nasabah, terutama dalam menjaga PIN, password, dan OTP dari potensi serangan siber.
“Inovasi digital kami sediakan untuk kemudahan, namun kewaspadaan nasabah adalah benteng terakhir yang menjaga keamanan dana tersebut,” tegasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More
Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More
Poin Penting Indonesia dan Korea Selatan meneken kerja sama investasi senilai Rp173 triliun, hasil kunjungan… Read More
Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More