Korea Utara merilis lagu anyar yang memuji kepemimpinan Kim Jong Un sebagai sosok "ayah yang ramah" dan "pemimpin yang luar biasa"
Jakarta – Korea Utara merilis lagu anyar yang khusus memuji kepemimpinan Kim Jong Un sebagai sosok “ayah yang ramah” dan “pemimpin yang luar biasa”
Usut punya usut, lagu tersebut merupakan upaya propaganda Pyonyang yang bertujuan untuk memperkuat posisinya Kim Jong Un di tengah isolasi.
Dinukil VOA Indonesia, video musik untuk lagu tersebut ditayangkan di Korean Central Television yang dikontrol pemerintah pada Rabu (17/4).
Baca juga : Mengenal Teknologi Rudal Bahan Bakar Padat yang Diuji Coba Korea Utara
Dalam video musiknya sendiri, menampilkan beragam latar belakang warga Korea Utara mulai dari anak-anak hingga tentara dan staf medis.
Mereka dengan penuh semangat menyanyikan penggalan kalimat seperti “Ayo bernyanyi, Kim Jong Un pemimpin yang besar” dan “Mari kita bangga pada Kim Jong Un, seorang ayah yang ramah.”
Lagu tersebut ditampilkan secara langsung, diiringi oleh sebuah orkestra, dan disaksikan oleh Kim, juga disiarkan di televisi negara sebagai bagian dari seremoni selesainya pembangunan 10.000 rumah baru.
Diketahui, dinasti keluarga Kim yang memerintah Korea Utara sejak didirikan setelah Perang Dunia Kedua berupaya memperkuat cengkeraman mereka pada kekuasaan dengan membangun kultus kepribadian di sekitar mereka.
Baca juga : Diisolasi Barat, Korea Utara Malah Dukung Rusia
Peluncuran lagu berjudul “Friendly Father” atau “Ayah yang Ramah” ini terjadi seiring saat media pemerintah Korea Utara mengganti nama-nama hari libur umum, memicu spekulasi bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari usaha untuk memperkuat posisi Kim.
Alih-alih merujuk pada hari libur umum tahunan yang memperingati kelahiran pendiri negara Kim Il Sung sebagai “Hari Matahari”, media pemerintah mulai menggunakan istilah “hari libur April” yang lebih netral.
Perubahan tersebut mungkin merupakan langkah Kim untuk menegaskan otoritasnya sendiri tanpa bergantung pada warisan pendahulunya, kata seorang pejabat di Kementerian Unifikasi Korea Selatan.
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More