Foto udara perumahan terendam lumpur akibat banjir bandang di Nagari Sungai Buluh Utara, Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatra Barat, Senin, 1 Desember 2025. (Foto: ANTARA)
Poin Penting
Teheran – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan ucapan belasungkawa secara langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto melalui pesan resmi pada Senin, 1 Desember 2026. Ia menyampaikan dukacita atas korban jiwa maupun korban luka akibat terjadinya bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra.
“Atas nama pemerintah dan rakyat Iran, saya menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto dan rakyat Indonesia,” katanya, dikutip dari ANTARA, Selasa, 2 Desember 2025. Ia juga mendoakan kesembuhan segera bagi para korban.
Selain menyampaikan simpati, Pezeshkian menegaskan kesiapan Iran untuk memberikan dukungan konkret kepada Indonesia melalui bantuan kemanusiaan.
Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatra.
Baca juga: Prabowo Pastikan Bantuan Banjir Sumatra Dipercepat, Infrastruktur Segera Diperbaiki
Pezeshkian juga menyampaikan bahwa Iran siap memberikan “bantuan penanganan dan kemanusiaan” untuk mendukung masyarakat di daerah terdampak dan berharap kondisinya dapat segera ditangani.
Berdasarkan data pemerintah RI, hujan lebat yang mengguyur beberapa wilayah selama beberapa hari memicu banjir dan tanah longsor berskala besar di Pulau Sumatra.
Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa dalam jumlah signifikan serta meninggalkan ratusan orang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin BNPB), Selasa, 2 Desember 2025 pukul 10.01 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 631 jiwa.
Sementara itu, korban hilang 472 orang, korban luka-luka 2.600 orang, korban terdampak 3,2 juta orang, dan pengungsi 1 juta orang.
Baca juga: Dugaan Pembalakan Liar Mencuat, DPR Dorong Investigasi Banjir dan Longsor di Sumatra
Secara geografis, bencana ini telah berdampak pada sedikitnya 50 kabupaten di berbagai provinsi di Sumatra.
Selain menelan korban jiwa, banjir dan tanah longsor juga menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga dan fasilitas publik.
Ribuan rumah dilaporkan rusak dengan tingkat kerusakan bervariasi, disertai rusaknya fasilitas pendidikan dan infrastruktur penghubung.
Adapun rincian kerusakan yang dilaporkan BNPB meliputi rumah rusak berat sebanyak 3.500 unit, rumah rusak sedang 2.000 unit, rumah rusak ringan 3.500 unit, fasilitas pendidikan rusak 322 unit, dan jembatan rusak 277 unit. (*)
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More