News Update

Koperasi Dapat Dorong Program Keuangan Inklusif

Jakarta–Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, koperasi simpan pinjam dapat membantu mewujudkan peningkatan keuangan Inklusif melalui sisi mikro yang tidak dapat dijangkau oleh perbankan.

“Kita harapkan tidak hanya bank yang bertanggung jawab terhadap keuangan inklusif, tapi juga koperasi. Menurut saya, koperasi simpan pinjam dan bank saling melengkapi,” ujar Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin, 31 Juli 2017.

Baca juga: Pemerintah Dorong Koperasi Jadi Penggerak Pembangunan Nasional

Bambang menambahkan, minimnya akses masyarakat terhadap sektor keuangan dan masih belum terjangkaunya sektor mikro di masyarakat membuat pemerintah menggencarkan program keuangan inklusif. Salah satu program inklusif tersebut ialah melalui koperasi, dimana diharapkan masyarakat bisa makin terakses.

Tercatat jumlah anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) atau Unit Simpan Pinjam (USP) per 5 Juli 2017 adalah sebanyak 10,7 juta orang dengan modal usaha sebesar Rp57,8 triliun.

Bambang menambahkan, sebagaimana bank, koperasi simpan pinjam juga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. Koperasi dapat masuk ke level ekonomi mikro di mana bank-bank kerap kesulitan untuk masuk ke sektor tersebut.

“Di sinilah kenapa koperasi simpan pinjam bisa masuk. Jadi dia ke segmen pasar yang sebetulnya tidak cocok dimasuki bank karena sangat mikro,” tutup Bambang. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

16 mins ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

40 mins ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

1 hour ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

3 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

3 hours ago