Ilustrasi: Pemilu 2024. Foto: Istimewa.
Jakarta – Mandiri Institute membeberkan dampak konsumsi masyarakat di tahun 2024 atau pada tahun pemilihan umum (pemilu) yang akan tumbuh positif. Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksosno menyatakan pemilu 2024 akan bedampak kepada penerimaan perpajakan akibat konsumsi masyarakat yang tinggi.
“Kita lihat ke depannya konsumsi 2024 berdampak ke penerimaan perpajakan termasuk PPN (pajak pertambahan nilai) termasuk juga tumbuh karena ada dampak Pemilu ke konsumsi masyarakat,” ujar Teguh dalam sebuah diskusi, Selasa 29 Agustus 2023.
Baca juga: Anggaran Pemilu 2024 Capai Rp37,4 Triliun, Termasuk Putaran Kedua?
Dia pun mencontohkan, pada periode-periode Pemilu sebelumnya, konsumsi rumah tangga pada satu tahun sebelum pemilu konsumsi masyarakat tumbuh sebesar 0,11 persen. Sementara, ketika di tahun pemilu dilaksanakan konsumsi masyarakat tumbuh 0,08 persen.
“Satu aspek yang kita lihat cukup critical, pertama kalau kita bicara tentang penerimaan perpajakan apalagi kalau kita spesifik mengenai PPN,” katanya.
Teguh menambahkan, di tahun 2023 konsumsi masyarakat tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hingga Juli 2023 berdasarkan data Mandiri Institute tumbuh sebesar 31,8 persen dan volume belanja tumbuh 27,8 persen.
Baca juga: Belanja Pemilu Mulai Warnai Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II-2023
“Kita kumpulkan datanya tumbuh sebesar 31,8 persen dan volume belanja belanja yang sudah dikurangi dari dampak harga itu tumbuh 27,8 persen. Artinya konsumsi masyarakat cukup solid kita lihat di 2024 lebih kuat lagi,” ungkapnya. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More