Bank Indonesia; Masih pesimis. (Foto: Erman)
Kendati ekonomi nasional di kuartal II-2015 diperkirakan masih tumbuh terbatas, namun pada Semester II 2015 pertumbuhan ekonomi akan membaik. Rezkiana Nisaputra
Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2015 diperkirakan masih akan tumbuh terbatas. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi nasional baru akan kembali meningkat pada kuartal III 2015.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara mengatakan, konsumsi rumah tangga diperkirakan masih lemah, seiring dengan tingkat keyakinan konsumen yang menurun. Konsumsi yang lemah ini terindikasi dari penjualan kendaraan bermotor dan penjualan eceran yang masih menurun.
“Selain tingkat konsumsi yang lemah, realisasi belanja pemerintah juga masih rendah, baik di pusat maupun daerah,” ujar Tirta di Jakarta, belum lama ini.
Sejalan dengan kondisi tersebut, menurut Tirta, investasi juga diperkirakan masih tumbuh terbatas, seiring dengan realisasi infrastruktur yang belum secepat perkiraan serta investasi mesin dan alat angkut yang masih lemah. Sementara dari sisi eksternal, pertumbuhan ekspor diperkirakan juga masih terbatas.
“Ini sejalan dengan perkembangan ekonomi global yang masih kurang kondusif dan harga komoditas internasional yang masih rendah,” tukas Tirta.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa kedepannya, Bank Sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada Semester II 2015 akan membaik, yang didukung oleh meningkatnya implementasi proyek-proyek infrastruktur dan meningkatnya penyaluran kredit perbankan. (*)
@rezki_saputra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More