Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Senin, 4 Agustus 2025. (Tangkapan layar Zoom: M. Adrianto)
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kenaikan jumlah konsumen kripto pada Juni 2025. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Hasan Fawzi menyebut, jumlahnya sudah mencapai 15,85 juta.
“Hal ini meningkat signifikan sebanyak 5,18 persen dibanding posisi bulan Mei 2025 yang tercatat sebanyak 15,07 juta konsumen,” ujar Hasan dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Senin, 4 Agustus 2025.
Meskipun jumlah konsumen bertambah, Hasan menyebut nilai transaksi kripto pada bulan tersebut justru menurun secara bulanan (mtm). Pada Juni 2025, nilai transaksinya mencapai Rp32,31 triliun.
Baca juga: Tarif Pajak Kripto Resmi Berlaku, Ini Respons Tokocrypto
Sebagai perbandingan, nilai transaksi kripto pada Mei 2025 menyentuh Rp49,57 triliun. Jadi, nilai total transaksi kripto sampai pertengahan 2025 sudah mencapai Rp224,11 triliun. Menurut Hasan, angka tersebut menjadi bukti kepercayaan masyarakat Indonesia untuk terus melakukan transaksi kripto.
“Kondisi ini tentu menunjukkan bagaimana kepercayaan konsumen terus terjaga dan juga kondisi pasar yang terjaga dengan baik,” kata Hasan.
Baca juga: Daftar 5 Aplikasi Kripto dengan Fitur Lengkap
Lebih lanjut, per Juli 2025, OJK mencatat ada 1.181 aset kripto yang terdaftar di basis data mereka.
Selain itu, terdapat 23 penyelenggara perdagangan aset kripto, yang terdiri atas 1 bursa, 1 lembaga kliring, 1 kustodian, serta 20 pedagang fisik aset kripto (PAK). (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More