Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) sukses meraih penghargaan “Top 20 Lembaga Keuangan 2021” versi The Finance dengan kategori aset Rp50 triliun hingga dibawah Rp100 triliun.
Berdasarkan data yang dihimpun infobank, 29 November 2021, Bank Jateng berhasil memperoleh penghargaan ini, karena mendapat predikat “sangat bagus” dengan nilai total 90,50.
Penilaian sendiri dilakukan dengan melihat
pertumbuhan kinerja bank berdasarkan laporan keuangan tiga periode terakhir, yakni Juni 2019, Juni 2020, dan Juni 2021. Profil manajemen risiko dan peringkat good corporate governance (GCG) menggunakan data 2020. Kemudian, untuk rasio-rasio penting, hanya menggunakan data Juni 2021.
Khusus untuk aspek pertumbuhan laba, rating ini mensyaratkan bank-bank yang bisa diikutsertakan dalam rating hanya bank-bank yang labanya tumbuh dari positif ke positif serta berpredikat “sangat bagus” pada rating bank 2021 versi Infobank.
Setelah dilakukan pengukuran terhadap
pertumbuhan dan rasio-rasio penting, masing-masing bank akan mendapat nilai total. Nilai terbaik pada rating ini adalah minimal 81,00 hingga 100,00.
Selanjutnya, bank-bank yang di-rating
akan diperingkat berdasarkan nilai total dan dibagi berdasarkan kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU).
Karena kuota rating hanya maksimal 20 bank, bank-bank yang mendapat nilai minimal 81,00 akan kembali diseleksi dengan cara melihat besarnya aset.
Dalam rating kali ini, hanya didapati 13 bank yang kinerjanya sangat baik dalam tiga tahun terakhir. (*)
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More