News Update

Konsisten Tambah Modal, Amar Bank Siap Naik Kelas ke KBMI 2

Poin Penting

  • PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK menghapus kategori KBMI 1.
  • Lebih dari 60–70 persen nasabah dan portofolio kredit Amar Bank berasal dari segmen UMKM, dengan total pembiayaan lebih dari Rp17 triliun
  • Jumlah pelanggan Amar Bank hampir mencapai 2 juta, menunjukkan ruang ekspansi yang luas seiring adaptasi terhadap regulasi dan pertumbuhan bisnis.

Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan diri apabila Otoritas Jasa Keuangan (OJK) benar-benar menghapus kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1.

Direktur Utama PT Bank Amar Indonesia Tbk Vishal Tulsian memastikan, perseroan akan memenuhi setiap ketentuan permodalan yang ditetapkan regulator.

Ia mengatakan, peningkatan modal bukan menjadi hal baru bagi Amar Bank. Sejak awal berdiri, bank ini secara konsisten melakukan penambahan modal untuk memenuhi regulasi yang berlaku.

“Sejak kami memulai bank ini, selalu ada peningkatan modal setiap kali ada persyaratan, dan itu selalu kami penuhi. Jadi, jika peraturan ini diberlakukan, maka kami juga akan memenuhi persyaratan tersebut,” ujar Vishal, kepada Infobanknews, Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menegaskan, perseroan selalu memiliki strategi untuk memenuhi kebutuhan permodalan, sejalan dengan arah kebijakan regulator dan rencana pertumbuhan bisnis bank.

Baca juga: OJK bakal Hapus KBMI 1, Bank INA Bilang Begini

Fokus pada Segmen UMKM

Dari sisi bisnis, Ia bilang bahwa Amar Bank mencatat pertumbuhan signifikan pada basis nasabah. Hingga saat ini jumlah pelanggan perseroan telah melampaui 1,5 juta dan mendekati 2 juta nasabah.

“Sekarang kami sangat dekat dengan angka 2 juta. Jadi, sebanyak itulah pelanggan yang telah kami layani,” bebernya.

Mayoritas nasabah Amar Bank berasal dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Vishal menyebut lebih dari 60-65 persen portofolio nasabah merupakan pelaku UMKM, bahkan mendekati 70 persen.

Segmen ini juga menjadi fokus utama pembiayaan. Secara kumulatif, Amar Bank telah menyalurkan kredit lebih dari Rp17 triliun.

“Mayoritas memang UMKM. Itu fokus kami karena kami melihat kesenjangan pasar UMKM masih sangat besar,” jelasnya.

Menurutnya, dengan basis nasabah yang terus tumbuh dan dominasi pembiayaan di sektor UMKM, Amar Bank menilai memiliki ruang ekspansi yang luas. 

Baca juga: Urgensi Bank KBMI I Didorong Naik Kelas 

Perseroan pun menegaskan komitmennya untuk tetap adaptif terhadap dinamika regulasi, termasuk apabila terjadi perubahan struktur KBMI di industri perbankan nasional. 

Berdasarkan data Biro Riset Infobank, hingga September 2025, modal inti Amar Bank tercatat sebesar Rp3,3 triliun. Aset ini tumbuh 2,98 persen secara tahunan dari September 2024 yang sebesar Rp3,23 triliun.

Rencana OJK Hapus KBMI 1

Diketahui, OJK tengah menyiapkan penghapusan Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 1. Kelompok ini mencakup bank dengan modal inti Rp3 triliun hingga Rp6 triliun.

Lantas, OJK mendorong bank dalam kelompok KBMI 1 untuk naik kelas ke KBMI 2 melalui konsolidasi maupun penguatan modal, baik secara organik maupun anorganik. 

Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan industri perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan konsolidasi penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, akselerasi digitalisasi, ketidakpastian global, dan meningkatnya risiko serangan siber.

“Sehingga pertumbuhan bank yang sustainable itu memang perlu kita dorong terus,” kata Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Jumat, 12 Desember 2025.

Ia bilang, OJK juga telah melakukan pendalaman terhadap kondisi masing-masing bank KBMI 1, termasuk aspek kinerja bisnis, permodalan, kualitas aset, tata kelola, model bisnis, dan prospek jangka panjang. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Bank Sentral Global Menghadapi Ekspektasi yang Lebih Tinggi: Ke Mana Arah BI-Rate?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More

22 mins ago

Jangan Asal Berangkat, Ini 6 Tip Mudik Lebaran agar Aman dan Nyaman

Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More

2 hours ago

Transaksi ZISWAF BSI Tembus Rp30 Miliar di Ramadhan 2026, Naik 2 Kali Lipat

Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More

3 hours ago

Konflik Timur Tengah dan Risiko Harga Minyak Global, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More

4 hours ago

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

21 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

21 hours ago