Keuangan

Konsisten Dukung Sektor Energi Nasional, Harga Saham TUGU Menanjak

Poin Penting

  • Harga saham TUGU naik 9,5% dalam sepekan terakhir, didorong akumulasi investor asing dan nilai transaksi tinggi mencapai Rp15,2 miliar.
  • Kinerja TUGU dinilai mandiri dan profesional, meski menjadi anak usaha Pertamina, dengan kontribusi premi non-Pertamina mencapai 70%.
  • Fundamental keuangan kuat dan rating global A- dari AM Best menegaskan reputasi TUGU sebagai perusahaan asuransi energi berkelas internasional.

Jakarta - Harga saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk / Tugu Insurance (TUGU) perlahan menunjukkan tren kenaikan. Dalam sepekan terakhir, harga saham TUGU terpantau naik 9,5 persen dipicu oleh sejumlah katalis positif.

Pada perdagangan Jumat, 24 Oktober 2025, harga saham TUGU ditutup di Rp1.095 per saham. Meski stagnan, nilai transaksi sahamnya tergolong tinggi, mencapai Rp15,2 miliar, atau melonjak tiga kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya sebesar Rp5,2 miliar.

Sepanjang pekan, investor asing tercatat aktif melakukan akumulasi pada saham emiten anak usaha Pertamina ini. Secara total asing telah melakukan pembelian saham TUGU sebesar Rp1,5 miliar.

Baca juga: Tugu Insurance Kembali Ukir Prestasi di Indonesia Most Reputable Companies Awards 2025

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah dalam laporan risetnya menjabarkan sejumlah faktor yang membuat saham TUGU menjadi menarik. Salah satunya adalah independensinya meski menjadi anak usaha BUMN migas nasional.

“Sebagai anak usaha PT. Pertamina (persero), TUGU memiliki fondasi yang kuat berkat dukungan dari Perusahaan energi terbesar di Indonesia," kata Nurwachidah.

"Namun demikian, kontribusi premi dari sinergi bisnis Pertamina Group hanya sekitar 30 persen dari total produksi premi, mencerminkan bahwa TUGU tidak sepenuhnya bergantung pada captive market.” sambungnya.

Baca juga: TUGU Diramal Makin Moncer Tahun Ini, Begini Prediksi Kinerjanya

Ia juga menambahkan struktur bisnis yang lebih mandiri ini menunjukkan bahwa TUGU dikelola secara profesional dan mampu berdiri sebagai entitas yang independen.

Hal tersebut menjadi nilai tambah bagi investor karena kinerja TUGU tidak semata-mata ditentukan oleh satu pihak, melainkan ditopang oleh diversifikasi portofolio nasabah di segmen bisnis BUMN non-Pertamina Group dan swasta/asing.

Unggul di Segmen Asuransi Energi

Sebagai informasi, posisi TUGU di lini bisnis asuransi energi off-shore dan on-shore berdasarkan premi juga terbilang unggul.

Bahkan pada semester I 2025 pendapatan asuransi dari segmen energi offshore telah berkontribusi sebesar 11,4 persen dari total pendapatan asuransi yang dicatatkan oleh Perseroan.

Hal tersebut belum disertakan dengan pencatatan produksi premi yang berasal dari lini bisnis asuransi lainnya namun erat berkaitan dengan perlindungan risiko terhadap dukungan operasional bisnis di sektor energi di antaranya melalui penerbitan polis asuransi; Property & Business Interruption, Third Party Liability, Projects, D&O Liability, dan sebagainya.

Baca juga: Tugu Insurance Jaga Kelestarian Lingkungan dengan Tanam Mangrove

TUGU sendiri merupakan perusahaan asuransi umum yang sudah beroperasi hampir 44 tahun dan dikenal memiliki keahlian perlindungan risiko di sektor energi dengan pengalaman yang andal terutama dalam mengelola risiko yang sangat kompleks terutama sebagai bentuk dukungan bisnis hulu di ekosistem Pertamina Group maupun sektor energi nasional.

Page: 1 2

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Nobu Bank Bukukan Laba Bersih Rp481,3 Miliar, Tumbuh 46,30 Persen di 2025

Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More

5 hours ago

Bank Jambi Gandeng SMF, Perkuat Likuiditas Pembiayaan Perumahan Rp200 Miliar

Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More

5 hours ago

Indonesia-Korea Selatan Sepakati Investasi Rp173 Triliun, Ini Sektornya

Poin Penting Indonesia dan Korea Selatan meneken kerja sama investasi senilai Rp173 triliun, hasil kunjungan… Read More

5 hours ago

BRI Nilai Tambahan Likuiditas dari Pemerintah Jaga Momentum Kredit Berkualitas

Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More

6 hours ago

Budi Herawan Kembali Pimpin AAUI, Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Global

Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More

7 hours ago

Strategi DSSA Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

Poin Penting DSSA mengintegrasikan bisnis energi berkelanjutan dan infrastruktur digital sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang,… Read More

7 hours ago