Ekonomi dan Bisnis

Konsep Holding BUMN Dinilai Tak Jelas

Jakarta – Upaya kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membentuk superholding seperti di Singapura dan Malaysia layaknya Temasek dan Khasanah dikritisi oleh Ekonom Faisal Basri yang juga eks Ketua Tim Reformasi Migas. Menurutnya konsep superholding haruslah jelas dan dibicarakan dengan banyak pihak.

“Dalam konsep holding memang banyak ngaco-nya ini rencana BUMN. Seperti diantaranya ingin bank syariah BUMN konsilidasi. Padahal bank syariah BUMN sharenya hanya 20% dari total perbankan,” katanya ketika ditemui dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 6 Agustus 2016.

Menurut Faisal, seharusnya BRI dan Mandiri digabung sehingga nantinya kedua entitas tersebut bisa memiliki aset superbersar dan mampu mengumpulkan dana yang banyak.

“Sehingga masyarakat mampu mendapatkan bunga yang rendah, salah satunya. Coba dilihat ini holding, mau bikin super holding tapi nggak jelas. Minta sama Ibu Rini rencana induknya ada tidak? Jangan setiap hari berubah terus, ngeri jalannya. Jadi ini bobrok,” ungkap Faisal.

Lebih jauh Faisal juga memaparkan rencana akuisisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) oleh PT Pertamina. Menurutnya, hal tersebut juga sangatlah tidak jelas. “PGN ‘kan sudah go public, Pertamina tidak go public, tidak go public mengakuisisi yang go public, konsepnya mau dibawa kemana. Supaya apa? Tujuannya apa?” tegasnya.

Menurut Faisal dalam kondisi ekonomi global yang tengah lesu, sinergi antar BUMN menjadi yang terpenting. Sinkronisasi lini usaha haruslah dilakukan BUMN.

“Sekarang di bisnis yang penting itu sinergi dan sinkronisasi. Pertamina punya gas, PGN punya gas yang saat ini tidak sinkron lalu disinkronkan,” ungkap Faisal. (*) Dwitya Putra

Apriyani

Recent Posts

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

41 mins ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

8 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

8 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

9 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

10 hours ago

Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More

15 hours ago