Moneter dan Fiskal

Konflik Timur Tengah Memanas, BI Perkuat Intervensi Stabilkan Rupiah

Poin Penting

  • BI intensif intervensi rupiah untuk meredam volatilitas dampak konflik Timur Tengah, melalui NDF offshore, transaksi spot dan DNDF domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder
  • Pelemahan rupiah relatif terkendali, secara month to date (mtd) turun 0,51 persen dan masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional
  • Fundamental eksternal tetap kuat, dengan cadangan devisa akhir Januari 2026 sebesar USD154,6 miliar dan arus masuk modal asing sepanjang 2026 mencapai Rp25,7 triliun.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memastikan terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sebagai langkah mitigasi dari dampak ketegangan konflik di Timur Tengah.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, memastikan otoritas moneter akan terus hadir di pasar guna meredam volatilitas dan menjaga kepercayaan pelaku pasar. Menurutnya, stabilitas rupiah menjadi prioritas di tengah dinamika global yang kian tidak menentu.

Secara teknis, BI mengoptimalkan bauran intervensi di seluruh lini pasar. Instrumen yang digunakan meliputi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Baca juga: Konflik Iran-AS Picu Capital Outflow, IHSG dan Rupiah Terancam Tertekan

“Intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi NDF di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder,” ujar Destry dalam keterangannya, Rabu, 4 Maret 2026.

Destry menyebutkan, pelemahan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional. Secara month to date (mtd), rupiah melemah sebesar 0,51 persen, relatif lebih baik  dibandingkan sejumlah mata uang di kawasan.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, BI Pastikan Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

“Pelemahan rupiah masih aligned dengan regional, secara mtd melemah 0,51 persen, relatif lebih baik dibandingkan regional,” tambahnya.

Selain itu, posisi cadangan devisa Indonesia tetap terjaga di level USD154,6 miliar pada akhir Januari 2026.

Sementara arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama 2026 tercatat juga tercatat sebesar Rp25,7 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Bank Aladin Syariah dan Alfa Group Perkuat Sinergi Kembangkan Ekosisitem Bisnis

Poin Penting Bank Aladin Syariah dan Alfa Group memperkuat ekosistem untuk menambah nilai bagi nasabah,… Read More

4 mins ago

Asing Net Sell Rp20,33 Triliun, Saham ANTM, BBRI hingga AADI Paling Banyak Dilego

Poin Penting Asing jual bersih Rp1,17 triliun, membuat akumulasi net foreign sell ytd membengkak ke… Read More

1 hour ago

BSI Pastikan Stok Emas Aman di Tengah Lonjakan Harga

Poin Penting Harga emas per 4 Maret 2026 menembus Rp3,1 juta per gram dan melonjak… Read More

1 hour ago

BEI Mulai Publikasikan Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen

Poin Penting BEI melaporkan perkembangan implementasi proposal kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE… Read More

2 hours ago

Transaksi Aset Kripto Lesu, OJK Beberkan Penyebabnya

Poin Penting OJK mencatat nilai transaksi aset kripto Januari 2026 tercatat Rp29,24 triliun, turun dari… Read More

3 hours ago

Pasar Modal Bergejolak, OJK Ingatkan Industri Asuransi Hati-hati Berinvestasi

Poin Penting OJK mengingatkan industri asuransi agar disiplin mengelola portofolio di tengah volatilitas pasar akibat… Read More

3 hours ago