Internasional

Konflik Israel-Iran Mereda, Harga Minyak Ikut Turun

Jakarta – Harga minyak mulai mereda pada pembukaan perdagangan Asia, Senin (22/4) pagi. Tercatat, harga minyak berjangka brent turun 54 sen atau 0,6 persen ke US$86,75 per barel.

Dinukil CNN, kontrak minyak tanah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk Mei 2024, yang berakhir pada Senin turun 12 sen menjadi US$83,02 per barel. Adapun kontrak Juni, turun 47 sen atau 0,6 persen ke US$81,75 per barel.

Sebelumnya, pasca serangan balasan Israel terhadap Iran, harga minyak dunia melejit lebih dari 3 persen pada Jumat (19/4) di Asia. Hal ini sekaligus memicu kekhawatiran akan meluasnya perang di Timur Tengah.

Baca juga : Imbas Israel Serang Iran, Harga Minyak Melejit 3 Persen

Diketahui, acuan harga minyak global Brent diperdagangkan 3,63 persen lebih tinggi di level USD90,27 per barel pada 19 April 2024. Sementara, West Texas Intermediate AS naik 3,66 persen menjadi USD85,76 per barel.

Di lain sisi, aset-aset safe haven juga meningkat. Harga emas spot pun melonjak ke level tertinggi baru sepanjang masa di 2,411.09 per ounce. Sementara, yen menguat 0,45 persen menjadi 153,93 terhadap dolar AS.

Baca juga : Israel-Iran Makin Memanas, Bursa Asia Rontok dan Harga Minyak Melejit

Sementara itu, analis menyatakan, turunya harga minyak terjadi sebagai dampak konflik Israel-Iran. Utamanya, setelah konflik Israel dan Iran mereda. Selain faktor itu, minyak juga tertekan adanya peningkatan cadangan di AS.

“Kekhawatiran ekonomi kembali menjadi faktor bearish di pasar minyak mentah dengan harga di bawah tekanan karena peningkatan besar dalam persediaan AS,” ungkap Analis Pasar Independen Tina Teng.

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

4 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

6 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

6 hours ago

BI Guyur Insentif KLM Rp427,1 Triliun di Awal Maret, Ini Porsi Himbara-Bank Asing

Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More

6 hours ago

BNI Berangkatkan 7.000 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis… Read More

7 hours ago

Sambut Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Bank Raya Imbau Masyarakat Cermat Bertransaksi

Poin Penting Bank Raya memastikan layanan digital tetap optimal selama libur Hari Raya Nyepi 2026… Read More

7 hours ago