Kondisi Makroekonomi Membaik, Obligasi dan Saham Bisa jadi Pilihan Investasi

Jakarta – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) melihat pandangan yang konstruktif bagi pasar obligasi dan saham Indonesia ke depannya.

Chief Economist & Investment Strategist MAMI, Katarina Setiawan menyatakan, pasar obligasi dapat menjadi pertimbangan bagi investor dengan profil risiko yang lebih konservatif, karena kondisi makroekonomi yang kondusif dengan inflasi terus melandai, serta suku bunga yang telah mencapai puncaknya.

Kemudian, dengan kondisi fiskal pemerintah yang sehat dengan kemungkinan penerbitan SBN dikurangi juga menjadi faktor positif bagi pasar obligasi. Sementara, kelas aset saham dipertimbangkan untuk investor dengan profil lebih agresif, atau sebagai booster bagi portofolio investor.

“Kami melihat saham merupakan kelas aset yang undervalued sepanjang tahun ini, karena secara fundamental kinerja emiten dalam pasar saham mencatat kinerja yang positif di kuartal pertama, dan investor asing juga memiliki pandangan positif terhadap pasar saham Indonesia,” ucap Katarina dikutip, 13 Juli 2023.

Baca juga: Prospek Investasi Obligasi Diprediksi Cerah, Ini Pendorongnya

Kinerja saham yang positif tersebut ditandai dengan pembelian bersih asing yang mencapai USD1,1 miliar per Juni 2023, namun pasar masih belum mengapresiasi faktor tersebut karena valuasi pasar saham telah turun ke level yang atraktif dengan forward PE ratio di kisaran 12x, di bawah rata-rata jangka panjang di kisaran 15x yang memberikan entry point yang menarik bagi investor.

“Kami melihat pertumbuhan konsumsi domestik di semester kedua, dan sinyal The Fed sudah mencapai puncak kebijakan suku bunga berpotensi menjadi katalis yang dapat menggerakkan kinerja pasar saham,” imbuhnya.

Katarina menyarankan bagi investor jangka panjang yang ingin berinvestasi di pasar saham dapat juga melakukannya melalui investasi Reksa Dana saham.

“Disarankan untuk memilah investasi di reksa dana saham dengan strategi high conviction yang pemilihan sahamnya lebih fleksibel, dengan deviasi lebih besar terhadap indeks acuan, serta strategi core yang pemilihan sahamnya tidak berdeviasi jauh dari indeks acuan,” tambah Katarina.

Baca juga: Tips Investasi Saat Kondisi Pasar Fluktuatif

Strategi high conviction berpotensi mencatat hasil lebih tinggi ketika pemilihan saham diapresiasi pasar, namun strategi ini juga cenderung menunjukkan volatilitas lebih tinggi dibandingkan strategi core.

Sehingga, strategi high conviction lebih cocok bagi investor dengan profil risiko agresif dan telah memiliki pengetahuan cukup terkait investasi di pasar saham. Investor sebaiknya melakukan pemilihan investasi sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, serta horizon investasi. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

3 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

6 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

6 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

6 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

8 hours ago

Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Maksimal Rp10.000

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More

8 hours ago