Keuangan

Kondisi Keuangan AJB Bumiputera 1912 Akhir 2023: Rugi Rp978,87 Miliar, Aset Turun 3,91 Persen

Jakarta – Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 telah membukukan laporan keuangan untuk tahun buku 2023, di mana total aset kembali mengalami penurunan sebesar 3,91 persen menjadi Rp10,41 triliun dari Rp10,84 triliun periode tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan AJB Bumiputera 1912 pada Desember 2023, secara rinci total liabilitas tercatat sebesar Rp14,38 triliun, di mana utang klaim mendominasi sebesar Rp7,88 triliun, dengan jumlah ekuitas negatif Rp3,97 triliun.

Baca juga: Baru Bayar Klaim Rp153,1 M, OJK Bilang RPK AJB Bumiputera Masih Belum Optimal

Selain penurunan total aset, rasio pencapaian solvabilitas atau risk based capital (RBC) AJB Bumiputera 1912 juga terus mengalami pemburukan menjadi minus 774,41 persen hingga Desember 2023 dari tahun sebelumnya yang tercatat minus 631,78 persen.

Tidak hanya itu, pendapatan premi neto AJB Bumiputera 1912 pun ikut mengalami penurunan hingga Desember 2023 menjadi Rp688,05 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,17 triliun.

Lebih lanjut, total beban AJB Bumiputera 1912 mengalami peningkatan sebesar 5,85 persen menjadi Rp1,64 triliun hingga Desember 2023 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,55 triliun.

Baca juga: OJK Beberkan Update Pembayaran Polis Nasabah AJB Bumiputera

Peningkatan jumlah beban tersebut ditopang oleh beban klaim dan manfaat yang mengalami lonjakan hingga 56,99 persen menjadi Rp1,03 triliun, di mana beban asuransi juga mengalami kenaikan 42,80 persen hingga periode Desember 2023.

Adapun, berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2023 tersebut, memicu AJB Bumiputera 1912 mengalami kerugian komprehensif Rp978,87 miliar dari tahun sebelumnya yang mampu mencatat untung Rp971,81 miliar. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

55 mins ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

2 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

2 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

2 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

3 hours ago

Cinema XXI (CNMA) Tebar Dividen Jumbo Rp980 Miliar, Ini Jadwal Pembayarannya

Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More

3 hours ago