Bogor – Angka rasio pengusaha di Indonesia dinilai masih rendah. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno terus mendorong Wirausaha Muda Mandiri (WMM) agar dapat menciptakan wirausaha baru yang kreatif dan inovatif.
Ditengah perkembangan ekonomi nasional yang membaik, kata dia, pengembangan usaha kecil menengah atau UMKM sangat diperlukan, khususnya pagi para generasi muda dan mahasiswa.
“Indonesia kini butuh wirausahawan baru, yang muda dan kreatif,” ujar Rini, di Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, 11 Maret 2017.
Menurutnya, pihaknya akan beri dukungan penuh untuk agenda wirausaha yang telah dilakukan oleh Bank Mandiri melalui Wirausaha Muda Mandiri. Dia menilai, program WMM dapat memberi dampak yang sangat baik pada perkembangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
”UKM kita itu jika dibandingkan ASEAN yang lain ternyata kita masih tertinggal. Dan program seperti ini mendorong untuk kita makin bisa meningkatkan pengusaha kecil menengah mikro, pengusaha muda,” tutur Rini.
Dia mengungkapkan, bahwa esensi program WMM yang mendukung pengembangan industri kreatif ini sangat sejalan dengan program Kementerian BUMN, yakni Rumah Kreatif BUMN. Sehingga, perlu terus didukung agar dapat menciptakan lapangan kerja baru.
“Jadi sekarang itu mahasiswa bukan hanya dapat mencari kerja Namun dapat menciptakan lapangan kerja,” tutup Rini. (*)
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More