Moneter dan Fiskal

Komsumsi Masyarakat Bakal Dorong Perekonomian RI di Kuartal II-2023

Jakarta – Di tengah pemulihan daya beli konsumsi yang kuat, ditandai dengan pertumbuhan investasi tinggi dan kinerja ekspor memuaskan menyebabkan pertumbuhan PDB Indonesia saat ini mencapai 5,3% dengan angka inflasi di sekitar 5%.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kondisi fiskal Indonesia tergolong sehat dengan peningkatan pendapatan dan efisiensi belanja negara.

“Alhasil, kondisi makro ekonomi stabil, laju inflasi terkendali, dan nilai tukar rupiah menguat, “ kata Luhut, dikutip di Jakarta, Jumat, 31 Maret 2023.

Saat ini, kata dia, pemerintah tengah mempersiapkan berbagai terobosan yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional dan ketahanan Indonesia dalam menghadapi krisis di masa mendatang.

“Misalnya saja sektor pertanian dan tambang, komoditas seperti kelapa sawit, bauksit, tembaga, dan timah mentah akan semakin difokuskan pada produk-produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Head of Research DBS Group Maynard Arif memperkirakan, perilaku konsumsi Indonesia akan mengalami pertumbuhan pada kuartal kedua 2023 yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Berdasarkan atas survei yang kami lakukan, secara umum masyarakat mendapati inflasi menjadi tantangan di mana mereka merasakan kenaikan harga lebih dari 10 persen sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk ‘save more, spend less’,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya optimis konsumsi masyarakat akan meningkat menjelang lebaran karena berbagai faktor seperti pemberian tunjangan hari raya (THR) dan pelonggaran pembatasan oleh pemerintah, termasuk kebijakan mudik.

Penyelenggaraan Asian Insights Forum pada tahun ini merupakan bentuk dukungan Bank DBS Indonesia dalam menghadapi tantangan global serta menyambut Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023 dengan mengangkat tema “Indonesia’s Pivotal Role to ASEAN Economy”.

Acara ini turut menampilkan pandangan para praktisi dan pengamat bidang ekonomi, bisnis, politik, dan lingkungan guna memberikan informasi akurat dan diskusi mendalam yang dapat digunakan para nasabah, mitra, dan masyarakat. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

2 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

7 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

8 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

8 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

8 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

8 hours ago