News Update

Komposisi Baru OJK Dinilai Minim Pembaruan, Celios Ingatkan Pentingnya Independensi

Poin Penting

  • DPR resmi mengesahkan lima anggota baru Dewan Komisioner OJK untuk masa jabatan lima tahun.
  • Celios menilai komposisi pimpinan baru OJK belum menunjukkan pembaruan signifikan bagi sektor jasa keuangan.
  • Independensi OJK dari pengaruh politik dinilai menjadi tantangan utama untuk menjaga kepercayaan pasar.

Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi mengesahkan lima anggota baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rapat paripurna pada Kamis (12/3). 

Komposisi tersebut terdiri atas satu ketua, satu wakil ketua, dan tiga kepala eksekutif yang akan memimpin lembaga pengawas sektor jasa keuangan itu selama lima tahun ke depan.

Adapun lima nama yang disetujui DPR yakni Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner, serta tiga komisioner lainnya yakni Hasan Fawzi, Adi Budiarso, dan Dicky Kartikoyono.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai komposisi pimpinan OJK yang dipilih DPR belum menunjukkan pembaruan signifikan di tubuh lembaga pengawas sektor keuangan tersebut.

“Komposisi OJK yang dipilih DPR tidak ada kebaruan, hanya pelaksana tugas yang menjadi ketua OJK definitif. Belum menjawab ekspektasi pelaku jasa keuangan,” kata Bhima saat dihubungi Infobanknews, Kamis, 12 Maret 2026.

Baca juga: Profil 5 Pimpinan Baru OJK 2026-2031 Hasil Fit and Proper Test DPR

Menurutnya, sektor pasar keuangan dan perbankan membutuhkan figur baru yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi dari pelaku industri serta berani melakukan reformasi di sektor jasa keuangan.

“Pasar keuangan dan perbankan butuh sosok yang lebih segar, lebih trusted dan berani lakukan reformasi,” jelasnya.

Selain faktor kepemimpinan, Bhima menyoroti pentingnya menjaga independensi OJK dari pengaruh politik. Ia menilai integritas lembaga pengawas keuangan menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan pasar.

“Salah satu poin penting adalah mampu menjaga integritas OJK agar tidak terpengaruh kekuatan politik,” tegasnya.

Baca juga: Analis: Latar Belakang Pasar Modal Pimpinan OJK Jadi Katalis Positif

Tuai Polemik

Sebelumnya, penetapan lima anggota Dewan Komisioner OJK tersebut sempat menuai polemik karena masa jabatan mereka ditetapkan selama lima tahun ke depan, meski awalnya pengisian posisi tersebut merupakan mekanisme pergantian antarwaktu.

Skema tersebut dinilai menyerupai proses penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur di Bank Indonesia (BI) yang menggantikan Juda Agung dan kemudian menjabat untuk periode penuh lima tahun.

Page: 1 2

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

RUPST BCA Angkat David Formula jadi Direktur, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

Poin Penting RUPST BCA mengangkat David Formula sebagai Direktur setelah lolos fit and proper test… Read More

2 mins ago

RUPST BCA Tetapkan Susunan Direksi Baru, David Formula Masuk Jajaran Direktur

Poin Penting RUPST BCA mengangkat David Formula sebagai Direktur Perseroan. Masa jabatan sejumlah anggota komisaris… Read More

46 mins ago

Laba MR.DIY Indonesia Tumbuh 16,2 Persen jadi Rp338,6 Miliar pada 2025

Poin Penting MR.DIY Indonesia membukukan laba bersih Rp338,6 miliar pada 2025, dengan pendapatan naik 16,7%… Read More

54 mins ago

IHSG Berbalik Ditutup Merah ke Level 7.362, Sektor Siklikal Anjlok Lebih dari 2 Persen

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,37% ke level 7.362 pada perdagangan 12 Maret 2026. Mayoritas… Read More

1 hour ago

Prabowo Pasang Target Danantara Sumbang Rp800 Triliun Tiap Tahun

Prabowo targetkan Danantara setor Rp800 triliun tiap tahun Poin Penting Prabowo menargetkan Danantara menyetor Rp800… Read More

2 hours ago

Di Tengah Dinamika Global, Aset BPKH Tembus Rp238,99 Triliun di 2025

Poin Penting Aset Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencapai Rp238,99 triliun pada 2025, tumbuh 8,12%… Read More

2 hours ago