Nasional

Komisi XI Soroti Proyek Kampung Haji dan WtE sebagai Langkah Strategis Danantara

Poin Penting

  • DPR menilai dua proyek strategis Danantara, yakni Kampung Haji dan WtE, berdampak besar, baik dalam membuka lapangan kerja maupun menyelesaikan persoalan publik.
  • Danantara dinilai kuat dalam tata kelola dan kesiapan eksekusi, dengan penekanan pada governance, transparansi, dan uji tuntas dalam setiap proyek.
  • Komisi XI mendukung penuh mandat Danantara sebagai sovereign wealth fund, sementara Danantara menegaskan fokus pada pembangunan strategis nasional dan penguatan kolaborasi dengan BUMN dan pemangku kepentingan.

Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai, dua proyek strategis yang dikelola Danantara, yakni Proyek Kampung Haji di Makkah dan pembangunan fasilitas waste-to-energy (WtE) memiliki potensi memberikan imbal hasil sekaligus menjawab persoalan publik.

Menurutnya, Proyek Kampung Haji di Makkah merupakan langkah relevan Danantara mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia.

Proyek tersebut diperkirakan membuka hingga 7.500 lapangan kerja bagi tenaga kerja Indonesia dan dinilai memiliki efek ekonomi yang besar.

“Ini contoh konkret bagaimana investasi luar negeri bisa kembali memberikan manfaat langsung ke masyarakat,” ujarnya, dalam rapat kerja Komisi XI bersama Danantara, dikutip Selasa, 2 Desember 2025.

Baca juga: OJK Optimistis Momen Nataru Bisa Dongkrak Kredit Konsumsi

Sementara itu, untuk proyek WtE, Misbakhun menyebut Danantara memainkan peran penting dalam isu ketahanan energi dan darurat sampah. 

Ia menilai proyeksi dampak ekonomi proyek WtE, mulai dari penciptaan 3.500-4.500 lapangan kerja hingga kontribusi Rp1,6 triliun per tahun pada PDB, menunjukkan kesiapan Danantara menggarap sektor dengan dampak struktural yang besar. 

“Jika Danantara bisa mengeksekusi proyek-proyek seperti WtE secara konsisten, ini akan memperkuat fondasi energi bersih Indonesia,” jelasnya.

Tata Kelola dan Kesiapan Eksekusi Jadi Sorotan

Dalam rapat kerja, Komisi XI juga memberi perhatian pada pemaparan Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir mengenai tata kelola dan kesiapan eksekusi proyek.

Misbakhun menilai penekanan pada governance, transparansi, dan kualitas uji tuntas menunjukkan keseriusan Danantara dalam mengelola aset publik. 

“Visi Danantara sudah mulai terlihat dalam cara mereka mengelola risiko dan menilai kelayakan proyek. Ini penting, karena sovereign wealth fund harus punya standar governance yang tidak kalah dari lembaga global,” bebernya.

Misbakhun menegaskan, Komisi XI mendukung penuh langkah Danantara dalam menjalankan mandatnya sebagai sovereign wealth fund Indonesia. 

Baca juga: Rapat Bareng DPR, Bos Danantara Paparkan Arah Kebijakan dan Proyeksi Kinerja 2026

Menurutnya, kombinasi peran Danantara Asset Management (DAM) dan Danantara Investment Management (DIM) sudah bergerak ke arah yang semakin padu, baik dalam restrukturisasi aset BUMN maupun pengembangan investasi strategis nasional.

“Danantara ini masih muda, tapi RKAP 2026 menunjukkan lembaga ini mulai menemukan ritmenya. Tugas kami di Komisi XI adalah memastikan Danantara terus berjalan dalam koridor tata kelola yang kuat, dan kami melihat fondasinya sudah mulai terbentuk,” kata Misbakhun.

Arah Kebijakan dan Prioritas Danantara

CEO Danantara, Rosan Roeslani menyatakan fokus Danantara adalah mendukung agenda pembangunan strategis Presiden Prabowo Subianto sambil menjalankan dua prioritas utama.

Pertama, membangun Danantara yang profesional, tepercaya, dan berprestasi. Kedua, menyatukan seluruh stakeholders dan BUMN dalam satu agenda besar Danantara. 

“Semua ini tidak bisa akan tercapai tanpa kepercayaan dan dukungan penuh dari teman-teman di DPR,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

10 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

11 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

11 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

17 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

18 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

18 hours ago