News Update

Komisi XI Pastikan Tak Ada Perubahan Fungsi Dalam Reformasi Keuangan

Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi menegaskan tidak ada perubahan kelembagaan yang terdapat dalam draft Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Reformasi Sistem Keuangan yang sedang disiapkan pemerintah.

“Intinya kita memberikan jaminan ataupun info kepada pasar modal, kepada investor bahwa tidak ada perubahan kelembagaan. BI sesuai fungsinya, OJK  tetap sesuai fungsinya,” ujar Fathan dalam Public Discussion ‘Rapor Industri Jasa Keuangan dan Pengawasan Terintegrasi’ yang digelar Infobank dan The Chief Economist Forum di Jakarta, Selasa, 15 September 2020.

Meski demikian, dirinya tidak menampik akan ada penguatan-penguatan di lembaga keuangan baik di BI, OJK atau LPS kedepan dalam menjalankan tugasnya.

Di BI misalnya, penguatan badan supervisi bank indonesia (BSBI) bisa ditingkatkan peranannya. Selain itu, menurutnya saat ini persyaratan fasilitas pinjaman jangka pendek dari BI masih cukup panjang sehingga dinilai lamban untuk mengatasi permasalah likuiditas  bagi bank-bank kecil.

Kemudian OJK diperlukan badan pengawas yang bisa menguidance dan melakukan supervisi terhadap OJK. “Ada yang mengatakan karena OJK memungut iuran dari industri keuangan maka tidak bisa independen, tidak bisa efektif,” ucap Fathan.

Selain itu fungsi LPS juga diperkuat sehingga LPS bisa lebih pro-aktif, untuk dapat masuk lebih awal dalam mengantisipasi terjadinya bank gagal dengan menempatkan dana LPS di Bank bermasalah tersebut. (*) Dikcy F Maulana

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

7 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

7 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

7 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

8 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

8 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

8 hours ago