Moneter dan Fiskal

Komisi XI Berikan Bocoran Jadwal Fit & Proper Test Deputi Gubernur BI

Poin Penting

  • Komisi XI DPR RI akan segera menjadwalkan fit and proper test calon Deputi Gubernur BI melalui rapat internal, menyusul mundurnya Juda Agung.
  • Tiga kandidat diusulkan Presiden, yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.
  • Pemerintah menegaskan independensi BI tetap terjaga, meski ada rotasi pejabat antara Kemenkeu dan Bank Indonesia.

Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengungkapkan rencana pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Juda Agung, yang resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Januari 2026.

Misbakhun menyebutkan, terdapat tiga nama calon yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto, yakni Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono, dan asisten Gubernur BI Solikin M Juhro.

Misbakhun mengatakan, jadwal fit and proper test calon deputi Gubernur BI akan ditetapkan melalui rapat internal Komisi XI DPR RI.

“Tadi saya sudah minta kepada Sekretariat Komisi XI menjadwalkan rapat internal. Untuk mengatur jadwal fit and proper Deputi Gubernur Bank Indonesia,” kata Misbakhun saat ditemui di DPR RI, dikutip, Selasa, 20 Januari 2026.

Baca juga: Thomas Djiwandono Masuk Bursa Deputi Gubernur BI, Purbaya: Saya Dukung!

Ia menegaskan, proses uji kelayakan tersebut akan segera dilaksanakan karena posisi Deputi Gubernur BI tidak boleh dibiarkan kosong terlalu lama.

“Karena kan kekosongannya kan gak boleh terlalu lama,” pungkas Misbakhun. 

Menkeu Purbaya Tegaskan Rotasi Tak Ganggu Independensi BI

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa rotasi pejabat antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia tidak akan mengganggu independensi bank sentral.

Sebagaimana diketahui, Wamenkeu Thomas Djiwandono disebut menjadi salah satu kandidat Deputi Gubernur BI untuk menggantikan Juda Agung. Sementara itu, Juda Agung dikabarkan akan mengisi posisi Thomas sebagai Wamenkeu.

Baca juga: Setelah Kabar “Tukar Guling” Juda Agung: Independensi BI “Luntur”, dari Meritokrasi ke Politik Patronase

Purbaya menilai pertukaran jabatan tersebut merupakan hal yang wajar dan seimbang, serta tidak berkaitan dengan independensi BI selama tidak ada intervensi langsung pemerintah dalam pengambilan keputusan.

“Itu satu exchange atau pertukaran yang saya pikir seimbang. Nggak ada yang aneh. Kalau independensi nggak ada hubungan, kecuali nanti pada waktu mengambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan enggak ada. Jadi BI independen,” jamin Purbaya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin, 19 Januari 2026. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Respons Bos BEI soal Calon Direksi Baru Periode 2026-2030

Poin Penting BEI akan menunjuk direksi baru periode 2026-2030 seiring berakhirnya masa jabatan direksi periode… Read More

2 mins ago

Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, OJK Ungkap Risiko ke Perbankan

Poin Penting Rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS, tercatat di level Rp16.969 pada perdagangan… Read More

20 mins ago

JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen di 2026

Poin Penting JMA Syariah menargetkan pendapatan kontribusi tumbuh 20% pada 2026, atau sekitar Rp360 miliar… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Hijau ke Level 9.155

Poin Penting HSG sesi I ditutup naik 0,24% ke level 9.155,40 dan sempat mencetak all… Read More

2 hours ago

KB Bank Dorong Investasi Korea ke Indonesia Lewat Indonesian Day Business Forum 2026

Poin Penting KB Bank dan KB Kookmin Bank menggelar Indonesian Day Business Forum 2026 di… Read More

2 hours ago

Gandeng OJK, Perbarindo Kediri Gelar Outlook Ekonomi 2026 dan Sosialisasi Aturan Pemasaran Layanan Keuangan

Poin Penting Pertumbuhan ekonomi nasional triwulan III 2025 mencapai 5,04 persen (yoy) dan Jawa Timur… Read More

3 hours ago