Jakarta – Komisi XI DPR-RI mengaku terdapat permasalahan kepemimpinan dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Permasalahan ini ditengarai menjadi penyebab munculnya Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU PPSK) yang memperkuat campur tangan pemerintah terhadap pengambilan keputusan di KSSK melalui Menteri Keuangan.
Fathan Subchi selaku Wakil Ketua Komisi XI DPR menyebut perbedaan gaya kepemimpinan di setiap institusi keuangan menyebabkan terjadinya gesekan dalam KSSK. Menurutnya, ada lembaga yang berani mengambil risiko dan ada yang lebih konservatif.
“Memang betul, ada problem leadership. Saya akui itu, karena setiap lembaga keuangan ini memiliki stylenya masing-masing yang berbeda,” ujar Fathan dalam paparannya di webinar yang diselenggarakan Infobank dengan tema ‘RUU Sektor Keuangan: Akankah Kembali Ke Sistem Sentralistik’ Senin, 19 April 2021.
Fathan menyebut, saat ini KSSK membutuhkan sistem kepemimpinan yang kokoh agar mampu mengambil keputusan terbaik. Untuk itu, DPR dan pemerintah saat ini tengah bekerja sama untuk menyiapkan sistem ini melalui diskusi-diskusi bersama semua pemangku kepentingan.
“Kita akan siapkan sistem yang kuat sehingga keputusan bisa diambil bersama dan stabilitas sistem keuangan bisa lebih kokoh,” jelasnya. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More