Jakarta – Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza pada acara BUMN Performance Excelence Award 2020 menegaskan agar perusahan badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia, dapat bersaing secara global dan memberikan pengaruh secara luas terhadap perekonomian dunia.
Menurutnya, fakta-fakta menunjukkan saat ini BUMN tanah air sangat jauh tertinggal dari perusahaan BUMN di negara lain. “Mungkin hanya sektor tertentu yang dapat compare (bersaing) dengan perusahaan besar,” kata Faisol Riza, di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.
Faisol mengungkapkan, setelah mendalami satu persatu, hasil tanya jawab dari sidang yang pernah dilakukan komisi VI DPR dengan 50 BUMN, sebagian besar dari perusahaan BUMN tersebut tidak menggunakan visi perusahaan dalam rangka kompetisi BUMN, melainkan atas arahan presiden. Ini karena BUMN tidak merasa penting untuk kompetisi dengan pemain global.
“Dari segi kompetisi kurang sekali. Padahal, kalau sudah jadi pemain bisnis, perlu kompetisi dan kembangkan RND-nya. RND kita tertinggal jauh dengan perusahaan BUMN negara lain. Harapannya, sekarang di kepemimpinan Menteri Erick, mutu, visi, keunggulan, dan RND akan betul-betul berjalan dan BUMN bisa menjadi pemain global. Dalam hal ini, Pelindo, Angkasa Pura, sudah mulai bersaing keras,” pungkasnya. (Ayu Utami)
Poin Penting IHSG melemah 4,73 persen sepanjang periode 2-6 Februari 2026 dan ditutup di level… Read More
Poin Penting Indospring membidik kawasan tersebut karena karakteristik pasar, khususnya dominasi truk Jepang, dinilai serupa… Read More
Poin Penting BSN menggelar Developer Gathering 2026 di empat kota sebagai langkah strategis menjadikan developer… Read More
Poin Penting BCA Insurance luncurkan BIG (BCA Insurance Guard) sebagai aplikasi mobile untuk mempermudah nasabah… Read More
Poin Penting Dalam waktu kurang dari setahun sebagai bank emas, total nasabah bisnis emas BSI… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, BCA Digital menyalurkan kredit Rp8,6 triliun atau tumbuh 38 persen secara… Read More