COVID-19 Update

Kominfo Catat Ada 3.420 Hoaks Covid-19 Hingga 17 Mei 2021

Jakarta – Gelombang berita bohong di dunia maya terus menerus muncul tanpa henti. Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat sudah ada sebanyak 3.420 hoaks yang ditemukan pada periode 23 Januari 2020 – 17 Mei 2021.

Pada periode tersebut, Facebook dan Twitter menjadi platform media sosial yang paling populer untuk menyebar hoaks dengan masing-masing 2830 dan 523 berita bohong yang ditemukan. Sementara itu, platform berbagi video, Youtube dan berbagi foto, Instagram berada di urutan selanjutnya dengan 49 dan 24 hoaks ditemukan.

Secara keseluruhan, Kominfo sudah melakukan tindak lanjut kepada 2982 unggahan hoaks dan sedang menangani 444 lainnya. Sebanyak 113 hoaks sudah masuk ke meja hijau dan lainnya bakal segera menyusul apabila terbukti melanggar hukum yang berlaku.

Agar terhindar dari hoaks, setiap masyarakat diharapkan untuk bisa mengecek kebenaran sebelum membagikan berita yang didapat. Langkah ini mampu mengurangi banyaknya hoaks yang menghambat penanganan Covid-19 secara nasional.

Caranya mudah, anda bisa merujuk kepada situs-situs informasi terpercaya. Selain situs berita-berita nasional, situs resmi negara seperti covid19.go.id, kominfo.go.id, dan sehatnegeriku.kemkes.go.id dapat diakses untuk memperoleh informasi yang benar dan akurat terkait dengan Covid-19 dan vaksinasi. (*) Evan Yulian Philaret

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

5 mins ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

43 mins ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

2 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

2 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

3 hours ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

3 hours ago