Keuangan

Kolaborasi Visa dan DANA Perkuat Inklusi dan Ekosistem Pembayaran Digital RI

Poin Penting

  • Visa dan DANA menjalin kolaborasi pertama di Indonesia untuk mendukung pembayaran QRIS dan isi ulang saldo DANA menggunakan kartu Visa
  • Kemitraan ini meningkatkan interoperabilitas sistem pembayaran, memungkinkan wisatawan mancanegara bertransaksi layaknya pengguna lokal melalui fitur Foreign Account
  • Dengan tingginya adopsi QRIS di lebih dari 40 juta merchant, kolaborasi ini diharapkan memperkuat pertumbuhan transaksi digital.

Jakarta – Visa, perusahaan pembayaran berbasis global, bekerja sama dengan PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA), terkait dengan pembayaran QRIS dan isi saldo DANA menggunakan kartu Visa.

Kolaborasi ini diklaim menjadi terobosan pertama di Indonesia. Kerja sama antara Visa dan DANA juga bertujuan menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih terhubung, inklusif, dan aman.

Poojyata Khattar, Head of Product and Solutions, Regional Southeast Asia, Visa, melihat kemitraan ini sebagai tonggak penting dalam lanskap pembayaran digital di Asia Tenggara. Dengan dengan menggabungkan kekuatan jaringan global Visa dan inovasi lokal DANA, kedua belah pihak sama-sama mendukung inklusivitas sistem pembayaran nasional.

“Kami menciptakan ekosistem pembayaran yang menghubungkan Indonesia dengan dunia, dengan memberdayakan pelaku usaha, konsumen, dan wisatawan dengan pengalaman pembayaran yang mudah, aman, dan inklusif,” ujar Poojyata dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 14 November 2025.

Baca juga: Lewat Fitur “Scan to Pay”, Visa Permudah Transaksi Dompet Digital di Asia Pasifik

Sementara, Darrick Rochili, Chief Innovation Officer DANA, menegaskan bahwa kesuksesan pembayaran digital Indonesia didorong oleh kolaborasi antara regulator, perbankan, dan pelaku fintech.

Ia melihat, kolaborasi bersama mitra lintas ekosistem, termasuk Visa, mampu meningkatkan interoperabilitas sistem pembayaran. Hal ini berdampak positif untuk memperluas inklusi keuangan Tanah Air.

“Fitur Foreign Account memungkinkan wisatawan mancanegara bertransaksi secara mudah, aman, layaknya wisatawan lokal. Hal ini menunjukkan kemampuan teknologi dalam membuka akses pembayaran digital lintas negara,” kata Darrick.

Kerja sama Visa dan DANA memudahkan transaksi pembayaran QRIS dan isi ulang e-wallet DANA dengan kartu Visa. Ini diharapkan mendukung pertumbuhan perdagangan dan transaksi digital di Indonesia.

Hingga Agustus 2025, lebih dari 40 juta merchant telah menerima pembayaran QRIS, dan 93 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Angka ini menegaskan tingkat adopsi digital yang tinggi di kalangan pelaku usaha kecil dan mikro di seluruh Indonesia. Dengan demikian, olaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan UMKM ke pelanggan global dan meningkatkan efisiensi transaksi.

Baca juga: Wacana QRIS Jadi Dasar Penilaian Kredit, Begini Tanggapan OJK

Hal ini juga seiring dengan bergeliatnya sektor pariwisata Indonesia, yang tengah menunjukkan momentum pemulihan yang kuat.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara mencapai 1,42 juta pada Juni 2025.

Angka tersebut naik 18,2 persen secara year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Dan sepanjang Januari hingga Juli 2025, jumlah kunjungan mencapai 8,53 juta wisatawan, tumbuh 10 persen (yoy).

Dengan menghubungkan ekosistem fintech lokal Indonesia ke jaringan global Visa yang terintegrasi dengan lebih dari 5 miliar konsumen dan 150 juta merchant di seluruh dunia, kerja sama ini membuka peluang baru dalam perdagangan, pariwisata, dan inklusi keuangan. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Recent Posts

Allo Bank Kantongi Laba Rp574 Miliar di 2025, Tumbuh 23 Persen

Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More

12 mins ago

Aditya Jayaantara Pejabat OJK yang Tidak Jadi Mundur, tapi Dimutasi

Poin Penting Isu pengunduran diri pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencuat, namun Aditya Jayaantara dipastikan… Read More

45 mins ago

Purbaya Soroti NPL KUR 10 Persen, Kaji Pengambilalihan PNM untuk Efisiensi UMKM

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti NPL KUR 10% dan pertimbangkan pengambilalihan PNM dari… Read More

51 mins ago

44 Penerima Beasiswa LPDP Disanksi, 8 Wajib Kembalikan Dana Beserta Bunga

Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More

2 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,26 Persen ke Posisi 8.374

Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More

2 hours ago

Utang Luar Negeri Perbankan Turun Tipis ke USD31,75 Miliar pada Desember 2025

Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More

2 hours ago