Nasional

Kolaborasi UKP dan Kemenkop Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Poin Penting

  • UKP Ekonomi dan Kemenkop RI berkolaborasi memperkuat ekonomi kerakyatan melalui Program Ekonomi Kerakyatan Berbasis Masjid, menyasar 12 ribu masjid Muhammadiyah di Indonesia.
  • Program ini menekankan inklusi ekonomi dengan menghubungkan perbankan, koperasi, dan unit usaha masjid
  • Fokus pengembangan mencakup BMT/koperasi syariah, kewirausahaan, UMKM berbasis masjid, serta pengelolaan zakat dan wakaf produktif

Jakarta – Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ekonomi dan Perbankan Setiawan Ichlas menggandeng Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI untuk mendorong penguatan ekonomi kerakyatan.

Upaya ini dilakukan lewat Program Ekonomi Kerakyatan Berbasis Masjid dan juga melibatkan Majelis Tabligh Muhammadiyah. Program ini menyasar 12 ribu jaringan masjid Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Setiawan menegaskan, program ini menjadi bagian dari langkah nyata untuk mendorong kebijakan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada penguatan ekonomi rakyat.

“Ini menjadi langkah strategis menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global di tahun 2026,” ujarnya dalam Refleksi Ekonomi dan Doa Bersama Menjelang Tahun Baru 2026 di Lemdiklat Polri, Jakarta, Selasa,30 Desember 2025.

Baca juga: Meski Ada Bencana, Purbaya Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen di Akhir 2025

UKP Bidang Perekonomian dan Perbankan dalam program ini akan berperan sebagai katalisator, yang menghubungkan perbankan dan koperasi, termasuk unit usaha yang dikelola oleh masjid.

Dalam kesempatan sama, UKP Bidang Ekonomi dan Perbankan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Koperasi. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan program koperasi dan pengembangan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional ke depan.

Menurut Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, kerja sama ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong agar koperasi mengejar ketertinggalan dari BUMN dan perusahaan swasta.

“Koperasi harus bisa menjadi soko guru ekonomi kembali,” tegasnya.

Maka itu, Kemenkop terus mendorong koperasi untuk melakukan transformasi kelembagaan dan digitalisasi.
Koperasi didorong untuk tidak hanya fokus pada sektor konsumtif, tapi juga masuk ke sektor produktif, termasuk perkreditan rakyat sebagai lembaga keuangan mikro.

“Koperasi pembiayaan syariah bisa membantu masyarakat agar tidak terjebak pinjol dan bank emok,” lanjut Ferry.

Ia menambahkan, selain ekonomi kerakyatan berbasis masjid, penguatan koperasi pondok pesantren juga mempunyai potensi besar untuk dikembangkan.

Adapun Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ustadz Fathurrahman Kamal mengungkapkan, masjid tidak boleh hanya sebagai pusat ritual keagamaan.

Baca juga: Koperasi Desa Kini Lebih Mudah Urus NPWP Lewat Kerja Sama Kemenkop-DJP

“Masjid juga harus bisa menjadi pusat gerakan ilmu, dakwah, dan kesejahteraan umat,” tegasnya.

Dengan jaringan masjid yang luas serta aset dan sumber daya yang besar, lanjutnya, Majelis Tabligh Muhammadiyah sudah menyiapkan kerangka kerja pengembangan ekonomi berbasis masjid.

Beberapa komponen utama dalam program tersebut antara lain, Lembaga Bisnis Masjid (BMT, Koperasi), pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, pengembangan unit usaha masjid (ritel dan jasa), pengembangan UMKM berbasis masjid, dan penguatan manajemen zakat dan wakaf produktif. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

3 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

5 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

6 hours ago

Tantangan Inovasi Sektor Perumahan Rendah Emisi

Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist PADA suatu hari, penulis jogging santai melintasi kawasan yang sedang… Read More

6 hours ago

Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Baru Rp8,49 M, Ini Alasannya

Poin Penting Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar yang dibeli… Read More

6 hours ago

IHSG Ditutup Ambles 2 Persen Lebih ke Level 8.016

Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,65 persen ke 8.016,83; 671 saham melemah,… Read More

6 hours ago