Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) melakukan kerja sama untuk mempercepat demokratisasi investasi dan mendorong pertumbuhan jumlah investor pasar modal melalui kerja sama pemasaran.
Daewoong An, Direktur Mirae Asset Sekuritas, mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk dari Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek (MPPPE). Sehingga, BWS dapat merekomendasikan nasabahnya yang berminat berinvestasi di pasar modal untuk dapat menjadi nasabah Mirae Asset Sekuritas.
“Kerja sama kedua perusahaan menandai kolaborasi demi pengembangan pasar modal dan pasar keuangan Indonesia yang lebih baik lagi ke depannya,” ujar Mr. An dalam keterangan resminya dikutip 1 September 2022.
Ia melanjutkan, pengesahan kolaborasi antara kedua perusahaan tersebut melalui acara Democratizing Sustainable Investment for Indonesia Family sebagai awal dari pengembangan berkelanjutan di antara pelaku pasar modal dan pelaku industri perbankan.
Direktur Konsumer Bank Woori Saudara, M. Tri Budiono mengungkapkan, dengan adanya kerja sama tersebut diharapkan dapat menunjang perkembangan pasar modal yang masih memiliki potensi pertumbuhan sangat besar.
Kerja sama tersebut dilatarbelakangi oleh Mirae Asset sebagai perusahaan efek dengan nilai transaksi saham terbesar di Indonesia, serta Bank Woori Saudara yang merupakan salah satu perintis industri perbankan dan telah memiliki 150 cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Sehingga, Mr. An Berharap kedepannya, Mirae Asset Sekuritas dapat memfasilitasi minat investasi nasabah Bank Woori Saudara dan juga publik dengan memanfaatkan kemajuan digital. (*) Khoirifa
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More