Keuangan

Kolaborasi Jadi Kunci Perluas Pasar Industri Asuransi

Jakarta – Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan asuransi di masyarakat juga semakin meningkat. Hal ini tentu menjadi potensi bagi perusahaan asuransi untuk memperluas pasarnya dalam rangka meningkatkan penetrasi di masyarakat.

Direktur Utama BRI Insurance, Fankar Umran mengatakan, karena pasarnya sudah terbuka, perusahaan asuransi dituntut untuk melakukan market development. “Bagaimana kita menjangkau pasar lebih luas. Untuk menjangkau pasar lebih luas tidak ada pilihan lain selain kolaborasi, karena kalau kita melakukan secara sendiri itu sangat repot. Maka saran saya adalah pertama kita harus berkolaborasi. Industri asuransi harus berkolaborasi, berbagi bisnis, berbagi risiko,” ujarnya seperti dikutip 29 Maret 2022.

Selanjutnya, perusahaan asuransi dapat melakukan kolaborasi yang bersifat business to business (b2b), karena begitu banyak institusi yang bisa menjadi partnet kolaborasi. Selain itu, perusahaan asuransi juga dapat melakukan kolaborasi yang bersifat business to business to customer (b2b2c).

Karena menurutnya, untuk menjangkau begitu banyak customer atau masyarakat Indonesia, tentunya tidak akan bisa sendiri. Sekalipun mengimplementasikan digitalisasi, namun kolaborasi menjadi hal yang tak kalah penting. “Tapi yang harus kita lakukan adalah b2b2c, bagaimana kita kerja sama atau kolaborasi dengan suatu institusi kalau sesungguhnya bank atau institusi bisnis seperti korporasi BUMN atau pemerintah, mereka punya supply chain yang banyak. Nah itu kita jangkau secara directly itu mustahil, jadi b2b2c,” kata Fankar.

“Menjangkau mereka juga harus dengan produk yang fit. Kita harus melakukan customisasi produk, bagaimana pandemi kita mencari pasar baru. Tapi mereka butuh produk yang customize. Jadi marketnya sangat luas, kemudian menyiapkan pasar tidak mudah. Maka harus kolaborasi, perbaiki sistem, termasuk b2b2c, dan produknya harus customize,” pungkasnya. (*) Bagus Kasanjanu

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

4 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

5 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

6 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

6 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

6 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

6 hours ago