Jakarta – Dalam mengembangkan pelayanannya untuk menjadi semakin efektif, Bank DKI menekankan pentingnya kolaborasi. Kolaborasi yang holistik tak bisa dilepaskan dari institusi Bank DKI dalam memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat.
“Melakukan mapping terhadap potensi bisnis di sekitar wilayah kantor layanan, serta bersinergi dengan BUMD DKI Jakarta seperti Perumda Pasar Jaya, maupun potensi bisnis di luar BUMD DKI Jakarta dengan berbagai program Kredit Mikro,” ucap Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini kepada Infobanknews, beberapa waktu lalu.
Di samping itu, ia tambahkan, Bank DKI juga bersinergi dengan SKPD Pemprov DKI Jakarta untuk menjaring anggota JakPreneur melalui program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT). Dengan begitu, menjadi mudah bagi Bank DKI untuk memaksimalkan layanan pembiayaan digitalnya kepada pihak yang tepat.
“Memaksimalkan layanan e-form mikro loan secara masif dalam memudahkan pengajuan permohonan kredit mikro Bank DKI bagi pelaku usaha mikro secara online melalui perangkat komputer atau smartphone dengan mudah dan aman,” jelas Herry.
Ke depannya, Bank DKI, ia harapkan dapat semakin berkembang menjadi transaction bank yang memberikan solusi atas kebutuhan nasabah dan membangun relationship (Customer Focus), dari sebelumnya saving bank yang product centric dan jualan bunga. (*) Steven Widjaja
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More