Categories: Perbankan

Kolaborasi Ekosistem Digital, Nasabah Bank Jago Bertambah 3 Juta Tiap Tahun

Jakarta – Pelbagai langkah kolaborasi dalam membangun ekosistem digital mendorong pertumbuhan pengguna PT Bank Jago Tbk naik signifikan setiap tahunnya. 

Tercatat, hingga akhir 2023, bank digital ini telah memiliki 9 juta nasabah atau bertambah rata-rata lebih dari 3 juta pengguna tiap tahunnya. 

“Aplikasi Jago telah digunakan oleh 9 juta nasabah atau bertambah rata-rata lebih dari 3 juta pengguna setiap tahunnya,” kata Head of Consumer Business Bank Jago Trio Lumbantoruan, dikutip Kamis, 18 April 2024.

Baca juga : Kolaborasi Bank Jago-Bibit Lahirkan 1,5 Juta Nasabah Reksa Dana, Mayoritas Gen Z

Ia mengatakan, seluruh pengguna aplikasi Jago menjadikan 4,7 juta kantong di luar kantong utama yang digunakan sesuai masing-masing kebutuhan dan keinginan. 

Di mana kata dia, jenis kantong yang paling banyak dibuat pengguna bertujuan untuk Dana Pensiun, Dana Darurat, Kebutuhan rumah, Kendaraan dan Liburan.

“Adapun jenis transaksi yang paling sering dilakukan pengguna adalah top up e wallet, transaksi pembayaran melalui GoPay Tabungan, investasi pada platform Bibit dan pembayaran tagihan,” jelasnya. 

Lebih lanjut, nasabah juga bisa bertransaksi menggunakan kartu debit Visa Jago mencapai 21,1 juta transaksi online dan offline di lebih dari 130 negara, antara lain Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Amerika Serikat. 

Baca juga : Laba Bersih Bank Jago Tembus Rp72,36 Miliar di 2023, Melesat 354,73 Persen

Sebagai informasi, PT Bank Jago Tbk berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp72,36 miliar sepanjang 2023. Raihan laba bersih Bank Jago tersebut meroket 354,73 persen dari tahun 2022 yang sebesar Rp15,91 miliar.

Kinerja laba bersih Bank Jago yang dipimpin oleh Arief Harris Tandjung sebagai direktur utama ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih dan penyaluran kredit yang moncer.

Merujuk laporan keuangan Bank Jago yang diterima Infobanknews, 22 Maret 2024, pendapatan laba bersih Bank Jago pada 2023 tercatat sebesar Rp1,56 triliun, atau meningkat 15,70 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,35 triliun.

Adapun dari sisi intermediasi, Bank Jago berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp13,02 triliun. Realisasi kredit ini meroket 38,10 persen ketimbang tahun sebelumnya yang berada di level Rp9,42 triliun.

Untuk rasio kredit bermasalah (NPL) Bank Jago, baik NPL gross dan NPL net terjaga di level 0,84 persen dan 0,05 persen. Ini jauh di bawah threshold yang ditentukan regulator, yakni maksimal 5 persen.

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Kerentanan Tertanggung: Ujian Nyata Kehati-hatian Asuransi

Oleh Rizky Triputra, Anggota Komunitas Penulis Asuransi indonesia (Kupasi) CHARTERED Insurance Institute (CII), sebuah lembaga… Read More

15 mins ago

Ironi di Balik Kursi Terdakwa Kasus Sritex, Ketika Integritas Bankir Diadili Secara “Serampangan”

Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More

4 hours ago

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

5 hours ago

Pasar Modal Diminta Berbenah, Airlangga Beberkan Instruksi Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More

9 hours ago

OJK Siapkan Langkah Sistemik Dorong Kredit UMKM

Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More

9 hours ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

9 hours ago