Jakarta – Kolaborasi unit usaha IndiHome dan Telkomsel saat ini tengah dalam proses. Telkomsel pun terus menyiapkan Fixed Mobile Covergence (FMC) untuk layanan Telkomsel di masa depan.
Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan, kebutuhan masyarakat akan internet semakin meningkat, apalagi di masa pandemi ini. Kondisi tersebut kemudian membuat operator seluler bergerak cepat untuk memenuhi permintaan yang ada.
“Mungkin rekan-rekan sudah mendengar Fixed Mobile Covergence yang Insya Allah sekarang dalam proses. Mudah-mudahan akan menjadi service Telkomsel ke depannya,” ujar Hendri di Jakarta, beberapa hari lalu.
Sebagai informasi, Fixed Mobile Covergence adalah layanan yang menggabungkan layanan seluler dan fixed broadband. Perkawinan antara Telkomsel dan IndiHome disebut-sebut akan dilaksanakan pada 2023.
Hendri melanjutkan, sekitar lima tahun sebelum pandemi, tren penggunaan data, baik itu mobile dan fixed broadband mengalami penurunan. Tetapi ketika pandemi terjadi, permintaan kebutuhan layanan data langsung meningkat drastis.
“Tentunya kita melihat FMC adalah salah satu layanan telekomunikasi yang bisa tumbuh dengan sehat. Tentunya dengan kombinasi dua raksasa Telkomsel dan Telkom bisa membuat Indonesia lebih baik dalam penetrasi internet,” terang Hendri.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan ada perombakan model bisnis yang dijalankan antara Telkom dan Telkomsel, di mana Telkom agar lebih fokus pada layanan Business to Business (B2B) dan Telkomsel menjalankan layanan yang berkaitan dengan Business to Constumer (B2C).
Pembagian fokus bisnis tersebut sebagai strategi dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat di industri ekonomi digital. (*) Steven Widjaja
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More