News Update

Kolaborasi BTN dan APL Tawarkan Bunga KPR 5%

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kian agresif menyalurkan kredit. Berbagai kerjasama dengan para pengembang properti nasional baik BUMN maupun swasta terus dijalin demi mengerek angka penyaluran kredit. Kali ini, Bank BTN menjalin kerjasama bisnis (business collaboration) dengan PT Agung Podomoro Land (APL), Tbk salah satu pengembang besar di Indonesia.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) oleh Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Consumer Lending Division (NSLD) Bank BTN Suryanti Agustinar dan Wakil Direktur Utama APL Noer Indradjaja serta disaksikan Assistant Vice President Residential Marketing APL Zaldy Wihardja, di The Hall, Senayan City, Jakarta, akhir pekan lalu.

Suryanti Agustinar berharap, melalui kolaborasi bisnis ini realisasi penyaluran pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah maupun Apartemen (KPR/KPA) akan meningkat signifikan seiring dengan kebutuhan akan hunian yang masih cukup besar. Seperti diketahui, hingga saat ini angka kesenjangan antara supply dan demand (backlog) hunian masih cukup lebar, yakni mencapai 11,4 juta unit.

Dengan kolaborasi ini Bank BTN optimis dapat menambah angka relaisasi KPR/KPA, sedikitnya sebesar Rp1 triliun per bulan. Apalagi, Bank Indonesia (BI) baru-baru ini sudah memberikan stimulus berupa pelonggaran loan to value (LTV) bagi KPR kedua dan seterusnya hanya 5% untuk yang berkawasan Go Green.

“Ini artinya, masyarakat dipastikan semakin mudah memiliki hunian impiannya karena secara otomatis baik down payment (DP) maupun bunga KPR yang ditawarkan perbankan juga menjadi lebih rendah dibanding sebelumnya,” papar Suryanti Agustinar dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip Rabu, 25 September 2019.

Lebih jauh dirinya memamparkan, bagi masyarakat yang melakukan KPR/KPA untuk kepemilikan hunian pada sejumlah proyek properti besutan APL akan mendapatkan berbagai keringanan serta diskon khusus dari Bank BTN. Diantaranya adalah Podomoro Park Bandung, Podomoro Golf View Cimanggis – Depok, Grand Taruma, dan Vimala Hills Ciawi – Bogor.

“Kami memberikan bunga KPR spesial mulai dari 5% fixed 2 tahun, uang muka (down payment/DP) sebesar 5%, bebas biaya administrasi, bebas biaya provisi dan administrasi, serta diskon asuransi jiwa sebesar 10%. Program ini berlaku hingga 31 Desember 2019,” terangnya.

Optimisme yang sama diungkapkan Assistant Vice President Residential Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk Zaldy Wihardja. Menurutnya, pasar properti kian bergairah setelah relaksasi loan to value (LTV) digulirkan pekan lalu. Sektor hunian menengah bawah dinilai menjadi segmen yang menggerakkan roda bisnis properti.

“Sejak Agustus 2019 sebenarnya sudah terasa adanya peningkatan penjualan. Namun, ditambah adanya relaksasi pelonggaran LTV, kami optimistis penjualan properti pada 2020 kian membaik. Untuk menjaga momentum tersebut, pihaknya menjalin kolaborasi bisnis bersama Bank BTN, dengan manawarkan berbagai kemudahan transaksi KPR/KPA,” pungkas Zaldy. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

16 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

17 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

17 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

17 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

21 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

24 hours ago