Jakarta — Rencana penyatuan unit usaha syariah (UUS) tiga bank di Kalimantan, yakni Bank Kalbar, Bank Kalsel dan Bank Kaltimtara diyakini bisa memerkuat penetrasi keuangan syariah di Pulau Borneo.
Namun demikian untuk menyukseskan rencana tersebut, ketiga bank itu harus melakukan pemisahan usaha atau spin off menjadi bank umum syariah (BUS) terlebih dahulu.
Upaya merger ini nantinya bisa meningkatkan kapasitas BUS menjadi lebih kuat. Selain tentunya diharap bisa mendongkrak pangsa pasar keuangan syariah di Kalimantan, maupun secara nasional. Juga dalam memenuhi ketentuan perundangan-undangan yang mewajibkan seluruh UUS harus spin off pada 2023.
Berdasarkan data Biro Riset Infobank (birI), bila ketiga UUS tersebut disatukan akan menaikkan total aset menjadi Rp4,71 triliun per September 2018. Sementara dari sisi dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan masing-masing sebesar Rp3,84 triliun dan Rp2,47 triliun. (*)
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More
Poin Penting BTN dukung penuh program gentengisasi Prabowo melalui penyaluran subsidi renovasi rumah untuk meningkatkan… Read More