Keuangan

KNESK Beberkan Strategi Dorong Ekspor Produk Halal

Jakarta – Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan RI, ekspor produk halal Indonesia mengalami pertumbuhan cukup signifikan dalam kurang lebih lima tahun terakhir. Dari 2018 sampai 2022 tercatat pertumbuhan ekspor produk halal nasional meningkat 16,72%. Di mana pada tahun 2022, total ekspor produk halal mencapai USD 51,6 miliar atau naik 8,5% dibandingkan tahun 2021.

Sementara itu, berdasarkan Global Islamic Economy Indicator (GIEI), peringkat ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat ke empat pada 2022, naik dari peringkat ke sebelas pada 2018. Sejumlah sektor atau kluster telah masuk sepuluh besar, di antaranya halal food (peringkat 2), modest fashion (peringkat 3), Islamic finance (peringkat 6), serta farmasi dan komestik (peringkat 9). Hanya kluster Muslim-friendly travel serta media dan rekreasi yang belum masuk sepuluh besar.

Baca juga: Pengembangan Ekosistem Halal Perlu Didukung Digitalisasi yang Masif

KNEKS Dorong Ekspor

Mendorong konsistensi penguatan ekspor produk halal nasional ke depan, Putu Rahwidhiyasa selaku Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Indonesia Halal Export Incorporated yang terdiri atas empat sub pokja, yakni akses pasar, inkubasi dan produksi, pembiayaan dan pembayaran, serta perjanjian dagang dengan negara mitra.

“Dalam akses pasar kita membantu melakukan halal brand campaign. Sudah dibuatkan narasi tunggal bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk disebarkan ke seluruh perwakilan RI di seluruh dunia. Menjelaskan sistem halal Indonesia, sertifikasi halal Indonesia, sehingga masyarakat global paham,” ujar Putu pada sesi seminar Export Collaboration Strategy for Global Halal Product, yang adalah rangkaian dari acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2023 di Jakarta, Rabu, 25 Oktober 2023. 

Selain halal brand campaign, ada pula market intelligence yang melibatkan atase perdagangan di seluruh dunia, fasilitas TJSL dan shipping service BUMN, event/expo, hingga pendirian Nusantara Fashion House dan Halal Export Center di KDEKS Makasar dan Surabaya. Ke depan, KNEKS bakal membangun Halal Export Center di wilayah lainnya, di mana saat ini Sumatra Barat dan Riau tengah dalam proses pembentukan Halal Export Center-nya.

“Untuk inkubasi dan produksi, ada rumah produksi halal bersama sebagai salah satu fasilitas dalam mendorong produksi yang berkesinambungan dengan kualitas dan kuantitas yang terjaga,” tambahnya.

Baca juga: Dorong Ekonomi Halal, BCA Fasilitasi 1.000 Sertifikasi Halal Secara Gratis ke UMKM

Sementara untuk pembiayaan dan pembayaran, pihaknya mengadakan program pembiayaan rantai nilai untuk UKM eksportir dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) serta Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Untuk kerja sama dengan negara mitra atau Mutual Recognition Agreement (MRA) KNEKS telah menjalin dengan cukup banyak negara lain. Tentunya ini bakal memperlancar produk halal kita ke luar negeri,” pungkasnya.

MRA membantu produk sertifikasi halal di Indonesia untuk diterima di negara ekspor tujuan tanpa harus mengikuti sertifikasi lagi. Saat ini, MRA yang sudah selesai dan siap digunakan adalah dengan Malaysia dan Iran. Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Resmi! Turis Jepang Kini Bisa Bayar Pakai QRIS di Indonesia, Tak Perlu Tukar Uang

Poin Penting Warga Jepang kini bisa menggunakan QRIS untuk bertransaksi di Indonesia setelah izin QRIS… Read More

40 mins ago

Nasib Rupiah setelah Libur Lebaran di Tengah Perang dan Fiskal yang Bak di Tepi Jurang

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More

6 hours ago

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

14 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

17 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

17 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

18 hours ago