News Update

Klarifikasi Shell soal Kabar PHK Karyawan hingga Penutupan SPBU

Poin Penting

  • Shell tidak melakukan PHK massal atau menutup seluruh SPBU, informasi tersebut dibantah, dan Shell menegaskan tetap beroperasi melayani pelanggan.
  • Shell tengah berkoordinasi dengan pemerintah untuk menormalkan pasokan BBM yang sesuai standar mutu dan keselamatan.
  • Bisnis SPBU Shell akan dialihkan ke perusahaan patungan Sefas Group dan CPL, namun operasional tetap berjalan dan merek Shell tetap hadir lewat perjanjian lisensi.

Jakarta – PT Shell Indonesia menyampaikan klarifikasi terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan imbas kebijakan impor bahan bakar minyak (BBM) satu pintu.

“Informasi yang mengatakan Shell akan menutup seluruh SPBU di Indonesia karena kendala dalam pengadaan dan penyaluran produk bahan bakar minyak (BBM) tidak benar,” tulis keterangan manajemen Shell, dikutip Senin, 29 September 2025.

Saat ini, grup perusahaan energi dan petrokimia yang berbasis di London, Inggris ini hanya fokus pada kegiatan operasional untuk melayani seluruh pelanggan.

“Kami tetap fokus pada kegiatan operasional SPBU untuk melayani para pelanggan kami,” tegas pernyataan tersebut.

Baca juga: Dirut Pertamina Bantah Monopoli di Balik Stok BBM Shell dan BP Kosong

Terkait kelangkaan BBM di jaringan SPBU, saat ini Shell terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan dan pemerintah terkait agar produk BBM jenis bensin tersedia kembali sesuai dengan standar global keselamatan, operasional dan mutu BBM berkualitas tinggi.

“Anda bisa mengakses informasi terkait ketersediaan produk BBM jenis bensin di jaringan SPBU Shell melalui tautan di aplikasi Shell,” jelasnya. 

Diketahui, dalam beberapa hari terakhir sejumlah SPBU swasta mengalami kekosongan stok BBM.

Di SPBU Shell, rata-rata hanya tersedia Shell V-Power Diesel, sementara varian lain seperti Shell Super (RON 92), Shell V-Power (RON 95), dan Shell V-Power Nitro+ (RON 98) kosong.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU BP AKR, yang saat ini hanya menjual BP Ultimate Diesel, sedangkan varian bensin tidak tersedia.

Pengalihan Aset

Sementara itu, manajemen Shell telah menyetujui pengalihan kepemilikan bisnis SPBU Shell di Indonesia ke perusahaan patungan antara Sefas Group dan Citadel Pacific Limited (CPL).

“Kegiatan operasional bisnis SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa hingga penyelesaian proses pengalihan kepemilikan ini yang diharapkan terjadi pada tahun depan,” tulis keterangan manajemen. 

Baca juga: Direksi Shell Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Lebih lanjut, usai proses pengalihan kepemilikan tersebut selesai, merek Shell akan tetap berada di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek dan produk BBM berkualitas tinggi akan terus dipasok melalui Shell. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

IHSG Hari Ini (2/2) Dibuka Melemah 0,36 Persen ke Posisi 8.299

Poin Penting IHSG dibuka turun 0,36 persen ke level 8.299,82 dengan nilai transaksi Rp814,38 miliar;… Read More

5 mins ago

Setelah MSCI, Pergerakan IHSG Pekan Ini Bakal Dipengaruhi Sentimen Berikut

Poin Penting Pasar menanti rilis pertumbuhan ekonomi full year 2025 yang diperkirakan di kisaran 5,1–5,2… Read More

29 mins ago

Demutualisasi Bursa Efek Indonesia, Kudeta “Tak Berdarah” Tiga Komisioner OJK Mundur Terhormat

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More

5 hours ago

Bos Danantara Sebut Demutualisasi BEI Buka Pintu Investor Global

Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More

10 hours ago

CIO Danantara Buka Suara soal Demutualisasi BEI dan Potensi Konflik

Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More

11 hours ago

Awarding BTN Housingpreneur Jadi Penutup BTN Expo 2026, Fokus Inovasi Perumahan

Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More

11 hours ago