Perbankan

Klarifikasi Gugatan Perdata, OCBC Tegaskan Tak Ada Hubungan Hukum dengan Penggugat Triana

Poin Penting

  • OCBC NISP menegaskan bahwa gugatan perdata nomor 781/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst bukan perkara pribadi Presiden Direktur Parwati Surjaudaja maupun perseroan.
  • Kasus bermula dari penjualan piutang PT Bank Commonwealth kepada PT Oke Asset Indonesia sebelum merger dengan OCBC, sehingga OCBC NISP tidak memiliki hubungan hukum langsung dengan penggugat, Triana.
  • OCBC NISP menghormati proses hukum yang berjalan dan berkomitmen mengikuti seluruh tahapan sesuai regulasi dengan menjunjung prinsip tata kelola.

Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan “Soal Gugatan Hukum yang Menyeret Direktur Utama, Begini Respons OCBC NISP” yang tayang di Infobanknews pada 14 November 2025.

Dalam keterangan resminya, 18 November 2025, manajemen OCBC NISP menegaskan gugatan perdata dugaan perbuatan melawan hukum perkara bernomor 781/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang dilayangkan Triana pada 12 November 2025 bukan merupakan perkara pribadi yang dihadapi Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja maupun perseroan.

Manajamen OCBC NISP menjelaskan, perkara tersebut bermula dari fasilitas pinjaman yang diperoleh tergugat I, yakni PT Indo Nufood Indonesia (debitur) dari PT Bank Commonwealth. Kemudian, oleh PT Bank Commonwealth dilakukan penjualan piutang (cessie) kepada PT Oke Asset Indonesia (tergugat III), yang selanjutnya diajukan Permohonan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan atas jaminan milik Penggugat oleh PT Oke Asset Indonesia melalui Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (tergugat IV).

Baca juga: Bos OCBC Tekankan Pentingnya Kolaborasi Dorong Ekonomi RI

Manajemen OCBC NISP menekankan, bahwa proses penjualan piutang oleh Bank Commonwealth tersebut terjadi sebelum merger dengan OCBC, sehingga secara hukum perseroan maupun presiden direktur OCBC NISP tidak memiliki hubungan langsung dengan penggugat, Triana.

“Dengan demikian, PT Bank OCBC NISP Tbk, dan/atau Ibu Parwati tidak memiliki hubungan hukum secara langsung dengan penggugat, yaitu Ibu Triana,” tegas manajamen OCBC.

Dikarenakan proses penjualan piutang dilakukan sebelum meger, lanjut manajemen OCBC, gugatan yang semestinya dialamatkan kepada Bank Commonwealth justru beralih kepada OCBC NISP.

Dalam pernyataannya, OCBC juga menegaskan bahwa perseroan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan, serta berkomitmen mengikuti setiap tahapan sesuai ketentuan perundang-undangan, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip tata kelola dan kepatuhan. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

24 mins ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

55 mins ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

1 hour ago

Banggar DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More

1 hour ago

Pemerintah Batasi Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen, Gelontorkan Subsidi Rp2,6 T

Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More

2 hours ago

IHSG Masih Ditutup Melemah 0,53 Persen ke Level 6.989, Mayoritas Sektor Merah

Poin Penting IHSG Melemah 0,53 persen dan ditutup di level 6.989,42 dengan mayoritas saham dan… Read More

2 hours ago