Keuangan

Klaim Kesehatan Terus Naik, Kolaborasi Underwriter dan Manajemen Klaim Harus Dioptimalkan

Bandung – Profesi underwriter dan manajemen klaim memainkan peran vital dalam industri asuransi. Kolaborasi kedua profesi itu sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai dinamika yang dihadapi industri asuransi. Apalagi di tengah tren kenaikan klaim asuransi belakangan ini.

Hal itu mengemuka dalam Indonesia Underwriting Summit (IUS) 2024 yang digelar Perkumpulan Underwriter Jiwa Indonesia (PERUJI) di Bandung, 14-15 Agustus 2024. Kali ini, ISU mengangkat tema “Team Up and Accelerate! Underwriting- Claim Collaboration to Enhance Business Process and Portfolio”.

“Summit ini bertujuan untuk menyelami lebih dalam kekuatan transformatif sinerg antara underwriting dan manajemen klaim. Dengan memperkuat sinergi ini, kami berupaya untuk menyederhanakan proses bisnis, memastikan ketahanan dan kemampuan beradaptasi yang lebih besar dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berkembang,” ujar Ketua PERUJI yang juga merupakan Strategic Development Division Head PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) (Indonesia Re), Radix Yunanto dalam keterangan resmi, Jum’at 16 Agustus 2024.

Baca juga : Jokowi Beri Tanda Kehormatan RI kepada 64 Tokoh, Ada Nama Surya Paloh hingga Luhut Binsar Panjaitan

Gelaran ini antara lain dihadiri Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Iwan Pasila, Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara, Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon, Ketua Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) Robby Loho, Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) Paul Setio Kartono, dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, serta para pemimpin industri, dan pakar.

Tren kenaikan klaim asuransi kesehatan menjadi sorotan AAJI. Periode Januari-Maret 2024, industri asuransi jiwa di Indonesia membayar klaim asuransi kesehatan hingga Rp5,96 triliun, atau melonjak 29,6 persen secara tahunan.

AAJI mencatat, sejak 2022, kenaikan klaim kesehatan selalu berada di rentang 25 persen sampai 30 persen. Angka itu jauh di atas tingkat medical inflation (inflasi medis) di Indonesia, yakni 13 persen pada 2023. Secara nominal, klaim asuransi kesehatan kumpulan mengalami kenaikan 21,9 persen menjadi Rp2,07 triliun.

Baca juga : Premi Asuransi Terus Naik, Simak Saran Penasehat Keuangan Ini

Menghadapi dinamika industri tersebut, profesi underwriter dan manajemen klaim yang menjadi jantung industri asuransi perlu memperkuat sinergi. Keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat dalam proses kerjanya. Underwriter berperan dalam proses identifikasi dan seleksi risiko (underwriting).

Tujuannya agar calon tertanggung mendapatkan beban premi yang sesuai dengan risiko yang dimiliki. Dengan proses tersebut, diharapkan akan tercipta keadilan dalam pembebanan premi, bagi perusahaan asuransi maupun nasabah.

Menurut Radix, tren kenaikan klaim di industri asuransi jiwa menjadi alarm untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara underwriter dengan manajemen klaim. Proses underwriting menjadi vital karena setelah identifikasi risiko selesai dilakukan, barulah underwriter bisa mengelompokan calon tertanggung ke dalam kategori risiko yang sesuai.

“Di sinilah peran underwriter dan manajemen klaim sangat berkaitan erat. Karena kategori risiko inilah yang akan menjadi panduan bagi manajemen klaim dalam mengabulkan klaim yang diajukan nasabah,” tambahnya.

Tren kenaikan klaim asuransi kesehatan juga mendapatkan perhatian serius dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulator menegaskan, perusahaan asuransi harus bisa melakukan profiling dan mapping risiko sesuai dengan segmentasi pasar serta tantangannya dimana proses underwriting dan claim menjadi kunci keberhasilannya.

”Underwriter dan claim merupakan 2 dari 3 profesi terpenting di asuransi jiwa selain aktuaris, sesuai dengan roadmap asuransi jiwa yang disusun oleh OJK mengenai penguatan dan pengembangan profesi. Sehingga fungsi dari underwriting untuk profiling dari calon tetanggung bisa secara presisi” tambah Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI. (*) Ari Astriawan

Editor : Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Arus Mudik Mulai Naik, Jasa Marga Imbau Pengguna Tol Pakai 1 Kartu e-Toll

Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More

9 mins ago

Arab Saudi Rayakan Idul Fitri 20 Maret 2026, Indonesia Segera Putuskan lewat Sidang Isbat

Poin Penting Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026… Read More

1 hour ago

Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Pemudik Rasakan Manfaat

Poin Penting BNI memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik ke berbagai kota di Pulau Jawa dan… Read More

2 hours ago

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

Mandiri menghadirkan Program Mudik Bersama Gratis melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan strategis, termasuk BP BUMN… Read More

3 hours ago

Mudik Nyaman Bersama IFG Group

Selain itu, IFG juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti perlindungan asuransi, layanan pemeriksaan kesehatan, serta… Read More

3 hours ago

Mudik Nyaman Bersama Taspen

Taspen memberangkatkan sebanyak 1.400 pemudik menggunakan 35 bus menuju berbagai daerah tujuan, program mudik gratis… Read More

3 hours ago