Ilustrasi: Pasar modal Indonesia. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) telah mengantongi tujuh hingga delapan perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di 2026.
Hal itu disampaikan langsung oleh President Director KISI, Kyoung Hun Nam di sela-sela acara KISI Challenge The Next Wave, 27 Februari 2026.
“Jumlah perusahaan dalam pipeline KISI saat ini sekitar tujuh hingga delapan (perusahaan),” ucap Kyoung Hun Nam.
Baca juga: Free Float Naik Jadi 15 Persen, Bagaimana Nasib Perusahaan akan IPO? Ini Jawaban OJK
Ia menjelaskan, perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO KISI berasal dari sektor perbankan, pariwisata, pertambangan, dan infrastruktur.
“Di antara perusahaan yang ada dalam pipeline IPO KISI merupakan perusahaan mercusuar atau lighthouse dengan aset Rp2-3 triliun,” jelasnya.
Sementara, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat delapan perusahaan telah masuk dalam daftar calon emiten yang akan melakukan IPO.
Baca juga: BEI Pastikan Kenaikan Free Float ke 15 Persen Tak Ganggu Minat IPO
Dari jumlah tersebut, lima perusahaan memiliki aset skala besar di atas Rp250 miliar, sedangkan tiga lainnya merupakan perusahaan skala menengah dengan aset Rp50 miliar-250 miliar.
Berdasarkan sektor, ada dua perusahaan berasal dari sektor bahan baku dan dua dari sektor keuangan. Sementara itu, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor non-siklikal, energi, industrial, dan transportasi. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More
Poin Penting Dedi Mulyadi ajukan pinjaman daerah Rp2 triliun akibat kapasitas fiskal Jabar turun hampir… Read More