Market Update

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting

  • KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan, dan infrastruktur.
  • Beberapa calon emiten merupakan perusahaan besar (lighthouse) dengan aset Rp2–3 triliun.
  • BEI mencatat 8 calon emiten IPO, terdiri dari 5 perusahaan besar (>Rp250 miliar) dan 3 menengah (Rp50–250 miliar).

Jakarta – PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) telah mengantongi tujuh hingga delapan perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di 2026.

Hal itu disampaikan langsung oleh President Director KISI, Kyoung Hun Nam di sela-sela acara KISI Challenge The Next Wave, 27 Februari 2026.

“Jumlah perusahaan dalam pipeline KISI saat ini sekitar tujuh hingga delapan (perusahaan),” ucap Kyoung Hun Nam.

Baca juga: Free Float Naik Jadi 15 Persen, Bagaimana Nasib Perusahaan akan IPO? Ini Jawaban OJK

Ia menjelaskan, perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO KISI berasal dari sektor perbankan, pariwisata, pertambangan, dan infrastruktur. 

“Di antara perusahaan yang ada dalam pipeline IPO KISI merupakan perusahaan mercusuar atau lighthouse dengan aset Rp2-3 triliun,” jelasnya.

Sementara, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat delapan perusahaan telah masuk dalam daftar calon emiten yang akan melakukan IPO.

Baca juga: BEI Pastikan Kenaikan Free Float ke 15 Persen Tak Ganggu Minat IPO

Dari jumlah tersebut, lima perusahaan memiliki aset skala besar di atas Rp250 miliar, sedangkan tiga lainnya merupakan perusahaan skala menengah dengan aset Rp50 miliar-250 miliar.

Berdasarkan sektor, ada dua perusahaan berasal dari sektor bahan baku dan dua dari sektor keuangan. Sementara itu, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor non-siklikal, energi, industrial, dan transportasi. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

1 hour ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

4 hours ago

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

4 hours ago

Bos Amar Bank: Lawan Serangan Siber Seperti “Tom and Jerry”

Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More

4 hours ago

KEK Industropolis Batang Gandeng JPEN Kembangkan EBT 180 MW

Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More

5 hours ago

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ajukan Pinjaman Rp2 Triliun, untuk Apa?

Poin Penting Dedi Mulyadi ajukan pinjaman daerah Rp2 triliun akibat kapasitas fiskal Jabar turun hampir… Read More

5 hours ago