Ekonomi dan Bisnis

Kisah Inspiratif Imanuella Craft, Sukses Ekspor Patung Bebek ke Inggris hingga Jerman

Jakarta – Siapa sangka, limbah akar bambu yang sering dianggap tidak berguna justru bisa menjadi produk ekspor? Di tangan perajin asal Surakarta, Novi Ekawati, limbah tersebut disulap menjadi patung bebek berkualitas tinggi yang diminati pasar luar negeri.

Usaha ini dirintis sejak 2013 di bawah bendera Imanuella Craft, yang berlokasi di Klaten dan Surakarta. Novi mengungkapkan bahwa ide awal bisnisnya muncul ketika ia melihat kerajinan patung bebek dengan warna natural dan polos di akun Facebook temannya.

Baca juga: Dari Limbah ke Laba: Sampah Kulit Rajungan Disulap Jadi Bernilai Jual Tinggi di Karawang

Terinspirasi dari hal tersebut, ia mulai mencari referensi di internet dan mengembangkan desain patung bebek dengan motif khas Indonesia agar lebih menarik bagi pembeli mancanegara.

“Setelah melihat jualan teman saya di Facebook, saya berpikir bahwa kerajinan patung bebek ini dapat dikembangkan dengan sentuhan motif-motif khas Indonesia yang dapat menarik perhatian,” katanya, dikutip Jumat, 31 Januari 2025.

Perjalanan Menuju Pasar Global

Tidak hanya sekadar memahat dan mengukir, Novi juga melukis patung bebek dengan berbagai motif unik dan menarik. Kreativitasnya pun mendapat sambutan positif dari pasar lokal sebagai dekorasi rumah (home decor).

Melihat potensi yang lebih besar, Novi mulai mencari peluang ekspor dengan memanfaatkan berbagai program pemerintah. Salah satu langkah strategisnya adalah mengikuti Coaching Program for New Exporter (CPNE) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) pada 2017.

Baca juga: LPEI Dorong Komoditas Gula Aren Pandeglang Mendunia, Begini Upaya yang Dilakukan

Melalui program ini, ia mendapatkan berbagai manfaat, termasuk kesempatan mengikuti pameran dagang berskala internasional, Trade Expo Indonesia. Ajang ini dimanfaatkan Novi untuk memperkenalkan produknya dan memperluas jaringan di pasar global.

Selain itu, ia juga aktif mempromosikan produknya melalui media sosial, khususnya Instagram. Dengan strategi ini, Novi berhasil menarik minat pembeli luar negeri. Ia pun menyiapkan sampel sebelum pembeli melakukan pemesanan agar produk yang dikirim sesuai dengan permintaan mereka. Koleksi patung bebek karyanya dapat dilihat di akun Instagram @imanuellacraft.

Patung Bebek Imanuella Craft Diminati Pasar Internasional

Banyak pembeli luar negeri tertarik dengan patung bebek bambu ini karena memiliki keunggulan dalam detail lukisan serta permukaannya yang halus.

Patung bebek buatan Novi telah diekspor ke Brunei Darussalam, Inggris, Denmark hingga Jerman, baik secara satuan sebagai oleh-oleh maupun dalam jumlah besar. Baru-baru ini, ia berhasil mengekspor satu kontainer patung bebek ke Jerman dengan nilai ekspor mencapai USD53,3 ribu.

Baca juga: BPS Catat Nilai Ekspor RI Sepanjang 2024 Tembus USD264,70 Miliar

Keberhasilan Imanuella Craft juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Mulai dari warga yang mengumpulkan akar bambu hingga para perajin yang terlibat dalam produksi, semua ikut merasakan manfaat ekonomi dari bisnis ini.

“Imanuella Craft makin bisa jadi berkat bagi banyak orang, termasuk para perajin yang sudah menggantungkan hidupnya bersama Imanuella Craft. Pesanan terus mengalir dari berbagai sumber,” ujar Novi.

Dukungan LPEI bagi UMKM Berorientasi Ekspor

Kepala Divisi SMEs Advisory Service LPEI, Maria Sidabutar, menyatakan bahwa keberhasilan Novi Ekawati mencerminkan tujuan utama LPEI dalam mendorong pelaku UKM menembus pasar global.

Menurutnya, ekspor produk lokal tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat dan pembukaan lapangan kerja.

Baca juga: LPEI Dorong UMKM ‘Naik Kelas’ di TEI 2024, Berikut Daftarnya

Maria menjelaskan bahwa pelaku usaha berorientasi ekspor dapat mengikuti program CPNE untuk memperoleh pemahaman terkait berbagai aspek ekspor, mulai dari dokumen dan korespondensi ekspor hingga cara menghitung harga ekspor.

“Dukungan yang diberikan LPEI tidak hanya bertujuan memberikan manfaat bagi pelaku UKM saja namun kita ingin menciptakan multiplier effect, dari kontribusi UKM yang kita bina sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (*) 

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

3 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

4 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

5 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

5 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

6 hours ago