News Update

KINO Pastikan Penjualan Cap Kaki Tiga Berlanjut

Jakarta–PT Kino Indonesia Tbk pastikan distribusi dan penjualan produk Cap Kaki Tiga di Indonesia masih terus berlanjut, hal ini menyikapi beberapa pemberitaan, terkait tentang produk Cap Kaki Tiga, yang sudah diputuskan MA dalam perkara No: 85 PK/Pdt.Sus-HKI/2015 tanggal 23 September 2015 jo Putusan MA No.582 K/Pdt.Sus-HakI/2013 tanggal  9 Januari 2014  jo  Putusan Pengadilan Niaga No. 66/Merek/2012/PN. Niaga.Jkt.Pst tanggal 5 Juni 2013.

Putusan tersebut di atas tidak melarang produksi, distribusi dan penjualan produk Cap Kaki Tiga di Indonesia.

“Kino akan tetap menjadi licensee Wen Ken Drug dan Kino tetap akan melakukan produksi, distribusi dan penjualan produk Cap Kaki Tiga di Indonesia,” kata Presiden Direktur Kino, Harry Sanusi dalam siaran persnya, Kamis, 15 September 2016.

Sebagaimana diketahui, produk Cap Kaki Tiga sudah diproduksi sejak tahun 1937, didistribusikan dan dijual di Malaysia dan Singapura, sementara di Indonesia sejak tahun 1980.

Saat ini produk tersebut juga telah dijual di Thailand, Brunei, Srilanka, India, dan Negara-negara lain; sehingga pernyataan produk Cap Kaki Tiga hanya dijual di Indonesia adalah tidak benar

Sebelumnya diberitakan Ditjen Kekayaan Intelektual mencoret merek Cap Kaki Tiga setelah dikabulkannya gugatan warga negara Inggris, Russel Vince, atas seluruh sertifikat merek tersebut milik Wen Ken Drug oleh Mahkamah Agung (MA).

Keputusan mencoret merek Cap Kaki Tiga tersebut tidak lain untuk mematuhi perintah pengadilan atau MA. Artinya, siapa pun tidak berhak lagi menggunakan merek itu.

Bahkan kuasa hukum Russell Vince menjelaskan, putusan itu juga memerintahkan Ditjen HAKI melarang serta menolak pihak mana pun yang akan mendaftarkan lambang atau logo yang memiliki kemiripan dengan lambang atau logo Negara Isle of Man. (*) Dwitya Putra

 

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

Menyoal Loopholes Kredit Bank

Oleh Wilson Arafat, Bankir senior, Spesialisasi di bidang GRC, ESG, dan Manajemen Transformasi MEMASUKI 2026,… Read More

31 mins ago

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

9 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

9 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

9 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

9 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

10 hours ago