Surabaya – RS PHC Surabaya yang dikelola Pelindo III kini menerima pembayaran layanan kesehatan melalui LinkAja. Direktur Utama PHC Group Agus Akhmadi menyebut, inovasi tersebut mengikuti kebutuhan di masyarakat yang ingin semakin nyaman melakukan transaksi pembayaran dengan uang elektronik.
“Dengan aplikasi LinkAja, pasien dan keluarga ketika di RS PHC Surabaya dapat melakukan berbagai pembayaran dengan mudah dan bebas repot, beres tanpa cash. Di antaranya yaitu pembayaran layanan rawat jalan, farmasi, hingga ke beberapa merchant bekerja sama dengan LinkAja di RS PHC Surabaya,” kata
Agus melalui keterangan resminya Senin 13 Agustus 2019.
Ia melanjutkan, nantinya, pembayaran dengan LinkAja di RS PHC Surabaya selain dapat dilakukan untuk layanan kesehatan, juga bisa dilakukan untuk pembayaran layanan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium dan radiologi, hingga pembelian di Cafe Pisang, Cafe D’Kalimas, hingga hingga pembayaran parkir kendaraan.
“Bagi RS PHC Surabaya tentunya yang terpenting ialah bagaimana memberikan layanan kesehatan yang terbaik dan terus berinovasi agar pelanggan dapat menikmati layanan terbaik tersebut dengan mudah,” ungkap Agus Akhmadi.
Inovasi kemudahan pembayaran tersebut akan mempercepat proses transaksi, sehingga sangat mendukung layanan baru RS PHC Surabaya. Misalnya layanan fasilitas Medical Check Up RS PHC Surabaya yang memiliki banyak pelanggan dari kalangan bisnis dan karyawan. Mereka sadar untuk mengecek kondisi kesehatannya secara berkala, namun memiliki jadwal yang padat. Sehingga layanan kesehatan harus dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More