Keuangan

Kinerja Venteny Moncer di 2024 dan Q1 2025, Begini Rencana Soal Dividen

Jakarta – Perusahaan fintech, PT Venteny Fortuna International Tbk (IDX: VTNY) berhasil mencatatkan kinerja cemerlang selama 2024 hingga kuartal I (Q1) 2025.

Perusahaan teknologi yang fokus pada pemberdayaan UMKM dan peningkatan kesejahteraan karyawan itu, mencatatkan pendapatan sebesar Rp303,54 miliar pada 2024 atau tumbuh 66,81 persen secara tahunan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp181,97 miliar.

Venteny berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid, dengan ditopang oleh layanan B2B Financial Service yang menyumbang sebesar 34,28 persen dari pendapatan pada 2024.

Lini bisnis ini berhasil mencatatkan pendapatan senilai Rp104,06 miliar, atau tumbuh 34,34 persen dibandingkan 2023 yang sebesar Rp77,46 miliar.

Selain itu, peningkatan jumlah pengguna VENTENY Employee Super App juga turut berkontribusi besar terhadap pendapatan sebesar 37,34 persen atau senilai Rp113,35 miliar.

Baca juga: Raih Pendanaan Strategis dari Bank Mayapada, Ini yang Bakal Dilakukan Venteny

Sedangkan pendapatan lainnya tercatat menyumbang 28,37 persen atau sebesar Rp86,12 miliar dari total pendapatan.

Ditopang oleh solidnya pos pendapatan, Venteny berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp8,68 miliar selama 2024.

“Tercatat sepanjang 2024, perseroan menjalin kolaborasi dengan banyak institusi baik swasta seperti Bank MNC, Bank Mayapada, dan lainnya. Perseroan juga mendapatkan dukungan dari pemerintah, di antaranya dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Selatan,” ujar Group CFO Venteny, Kaleb Solaiman saat Public Expose 2025 di Jakarta, Rabu, 18 Juni 2025.

Kinerja Q1 2025 Tumbuh Dua Kali Lipat

RUPS PT Venteny Fortuna International Tbk di Jakarta, Rabu, 18 Juni 2205. (Foto: Steven Widjaja)

Venteny kemudian melanjutkan pertumbuhan kinerjanya pada Q1 2025. Venteny membukukan pendapatan sebesar Rp81,3 miliar pada Q1 2025 atau tumbuh 105 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp39,6 miliar.

Gross profit Venteny juga ikut bertumbuh sebesar 104 persen secara tahunan pada Q1 2025 menjadi Rp28 miliar, sedangkan net income before tax tercatat tumbuh 65 persen menjadi Rp5,2 miliar.

Baca juga: Pendapatan Venteny (VTNY) Melonjak 86 Persen di Kuartal III 2024, Inilah Pendorongnya

Sementara itu, total aset Venteny tercatat naik 31 persen secara tahunan pada Q1 2025 ke Rp1,27 triliun. Sedangkan total liabilitas dan ekuitas masing-masing naik 52 persen dan 3 persen ke Rp853 miliar dan Rp417 miliar.

Peningkatan pendapatan pada Q1 2025 tersebut juga ditopang oleh layanan B2B Financial Service Venteny yang membukukan pendapatan sebesar Rp34 miliar dan Venteny Employee Super App yang sebesar Rp47 miliar.

Soal Dividen, Venteny Masih Wait and See

Di luar moncernya kinerja Venteny tersebut, pihak Venteny menyatakan belum akan melakukan pembagian dividen. Group CFO Venteny, Kaleb Solaiman, menjelaskan jika pembagian dividen bakal dipertimbangkan berdasarkan perolehan laba.

“Untuk pembagian dividen 2025 kita masih wait and see. Jika laba bersihnya meningkat cukup signifikan di tengah dinamika 2025, maka kami akan mempertimbangkan (pembagian dividen). Besar harapan bisa di 2025, atau ditunda di 2026,” jelas Kaleb.

Di samping itu, Kaleb turut menjelaskan jika perolehan laba bersih pada 2024 akan digunakan kembali untuk modal kerja bisnis Venteny pada 2025. (*) Steven Widjaja

Yulian Saputra

Recent Posts

IHSG Sesi I Ditutup Naik 1 Persen Lebih ke 8.384, Seluruh Sektor Menguat

Poin Penting IHSG sesi I (23/2) ditutup menguat 1,36% ke level 8.384,04 dengan nilai transaksi… Read More

33 mins ago

OJK Siapkan Notasi Khusus bagi Emiten yang Belum Penuhi Free Float 15 Persen

Poin Penting OJK akan memberi notasi khusus pada emiten yang belum memenuhi ketentuan free float… Read More

47 mins ago

MA AS Batalkan Tarif Trump, Ini Reaksi Prabowo

Poin Penting MA AS membatalkan sebagian kebijakan tarif Trump, namun Indonesia memastikan perjanjian dagang bilateral… Read More

1 hour ago

Muamalat DIN Dorong Zakat Digital, Volume Ziswaf Melonjak

Poin Penting Transaksi ziswaf melalui Muamalat DIN naik 24,75% secara tahunan hingga akhir 2025, menunjukkan… Read More

1 hour ago

BEI Ungkap 8 Perusahaan Antre Masuk Bursa, Didominasi Aset Jumbo

Poin Penting BEI mencatat 8 perusahaan dalam pipeline IPO 2026, terdiri dari 5 perusahaan aset… Read More

2 hours ago

BI dan Kemenkeu Sepakat Debt Switching SBN Rp173,4 Triliun Tahun Ini

Poin Penting BI dan Kemenkeu sepakat lakukan debt switching SBN Rp173,4 triliun pada 2026, sesuai… Read More

2 hours ago