Amar Bank IPO di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) optimis kinerja keuangannya akan mencatatkan angka yang positif. Hal ini tercermin dari peningkatan dan penguatan bisnis yang telah berhasil mengubah kerugian pada tahun 2022 menjadi keuntungan pada kuartal pertama tahun 2023.
Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian, mengatakan, perseroan berhasil meningkatkan efisiensinya secara signifikan dengan menurunkan beban bunga, terutama dari deposito berjangka, yang sebelumnya menekan penurunan pendapatan bunga. Dimana beban bunga mampu ditekan 61,4% yoy menjadi Rp18,54 miliar di kuartal I2023.
“Sementara pendapatan operasional lainnya mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 61,8% YoY menjadi Rp93,09 miliar,” ujar Vishal dikutip 1 Juli 2023.
Kinerja laba perusahaan sebesar Rp34,43 miliar di kuartal I-2023 ini diharapkan dapat berkelanjutan dan stabil hingga akhir tahun 2023. Adapun jumlah penyaluran pinjaman Tunaiku mengalami pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 84% dari tahun 2015-2022 dan diharapkan akan terus berkembang.
Baca juga: Strategi Bank Amar Jaga Pertumbuhan Kredit Sepanjang 2023
Dengan pencapaian positif ini, Vishal menyatakan, bahwa komitmen Amar Bank adalah untuk menyediakan solusi keuangan digital yang inovatif. Ia menyebut, saat ini Amar Bank telah memiliki layanan seperti Tunaiku, layanan perbankan digital, serta collaborative embedded banking dan financing.
“Kami terus yakin dengan kemampuan kami untuk menghadapi tantangan yang lebih besar serta memberdayakan individu dan UMKM, terutama mereka yang memiliki akses terbatas ke layanan keuangan,” ucapnya.
Atas kinerja positif tersebut, laporan riset NHKSI merekomendasikan saham AMAR dengan target harga sebesar IDR392. Proyeksi kenaikan saham AMAR itu naik sebesar 39% dari harga penutupan IDR284 pada tanggal 6 Juli 2023.
Menurut Laporan Inisiasi NH Korindo Sekuritas Indonesia, pertumbuhan AMAR yang berkelanjutan dan stabil, serta peningkatan pelaksanaan oleh Amar Bank melalui Tunaiku dan Collaborative Embedded Banking dan Financing, dapat mendukung dan memperkuat penilaian target harganya. (*)
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More